네가 위해 편지를

Title:네가  위해  편지를-A Letter for You

Genre:Romantic

Length:One Shoot

Main Cast:Lee Jung Hwan (a.k.a Sandeul B1A4)

                      Hyu Ra (OC)

Other Cast:Jin Young, Gong Chan, Sun Woo, Shin Woo (B1A4)

Note:Juara 1 ff @lombaff 1st anniversaryb1a4 by alwaysb1a4indo.com

A Letter for You

(네가  위해  편지를)

          Desa gippeum.Sebuah desa yang jauh dari Seoul.Di sinilah aku berada dan menemukan seseorang yang berharga bagiku.

****

          “Selamat datang, ada yang bisa aku bantu.” kataku saat melihat seseorang memasuki kantor pos tempatku bekerja.Di desa ini satu-satunya alat komunikasi adalah surat mengingat begitu jauhnya desa ini dengan Seoul.

“Maaf, saya ingin mengirimkan surat ini ke Jung Jin Young di Seoul.Bisa anda tolong bantu saya menuliskan suratnya.” kata cewek itu.”Hah?” Aku baru sadar cewek itu cuma melihat ke satu arah saja.Dia buta.

“Ada apa Jung Hwan?Oh Hyu Ra.Dia memang begitu.” kata Gong chan yang ada disebelahku “Ah maaf aku anak baru disini jadi yaa…Silakan bicara.Akan aku tulis.” kataku sedikit malu.

”Jin Young oppa, bagaimana keadaanmu?Di sini Hyu Ra baik-baik saja.Sebentar lagi ulang tahun oppa.Hyu Ra jadi ingat saat tahun lalu merayakannya dengan oppa.Oppa, Hyu Ra kangen oppa.Hyu Ra ingin oppa cepat pulang jadi bisa merayakan ulang tahun oppa di sini.Dari Hyu Ra.Sudah segitu saja.”

”Ke Jung Jin Young di Seoul.Ok aku akan urus sisanya.” kataku sambil melipat suratnya.”Gomawo, kalau begitu saya permisi dulu.” katanya sambil membungkuk lalu pergi.

”Gong chan, bukannya Jin Young itu yang meninggal beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan?” ”Iya, warga desa sengaja tidak kasih tahu Hyu Ra tentang itu.Kita nggak tega kasih tahu dia.Dia anak baik, dia pasti akan sedih tahu laki-laki yang dicintainnya meninggal karena ingin mencari uang untuk mengobati matanya.Selama ini dia kira Jin Young  nggak bales karena sibuk.”

****

         Hyu Ra datang tiap akhir minggu untuk mengirim surat.Meskipun dia tidak bisa melihat, aku tahu melalui matanya dia sangat menyayangi Jin Young.

Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa harus membuatnya tersenyum.Semakin hari aku semakin dekat dengannya.Aku kagum dengan kepercayaan yang ditunjukannya.Dia mau mempercayai sesuatu yang bahkan tidak bisa dilihatnya langsung.

Suatu hari aku pernah bertanya padanya ”Gimana kalo ternyata di sana Jin Young lupa sama kamu?” ”Aku akan selalu disini untuk menunggu dan mengingatnya.” katanya sambil tersenyum manis.

****

”Shin woo kalo aku jadi Jin Young buat bales surat Hyu Ra gimana?Nggak papa kan?” kataku pada kepala bagianku di kantor pos”Ya nggak papa sih.Mungkin Hyu Ra tambah semangat.Tapi jangan sampai anaknya tahu.”.Mungkin aku sekarang akan membuatnya tersenyum tapi aku tidak menyadari bahwa suatu saat senyuman itu dapat hilang berganti kekecewaan dan tangisannya.

****

          ”Hyu Ra ada surat buatmu dari Jin Young.” kataku saat Hyu Ra datang lagi buat ngirim surat.”Benarkah?Wah akhirnya.Aku kira Jin Young oppa lupa tentang aku.Jung Hwan bisa minta tolong bacaiin.” katanya semangat.

”Dear Hyu Ra, maaf  aku tidak bisa membalas surat-suratmu.Di sini oppa sibuk jadi tidak bisa membalas surat-suratmu.Tapi berkat surat-suratmu oppa jadi semangat untuk bekerja.Mungkin oppa tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini.Tapi jangan khawatir oppa akan selalu mengingatmu.Akhir-akhir ini oppa sudah punya pekerjan tetap jadi bisa membalas surat-suratmu.Jaga dirimu baik-baik di sana.Oppa tidak ingin mendengar kamu sakit.Dari Jin Young yang selalu menyayangimu.Selesai.Akhirnya suratmu dibales juga.” kataku sambil melipat surat yang sebenarnya aku tulis sendiri.

”Aku tahu oppa tidak melupakanku.Makasaih ya Jung Hwan.” katanya sambil tersenyum.Senyum yang selalu mampu membuatku ikut tersenyum juga.

”Ini suratnya.Kamu simpan baik-baik.Oh ya rumahmu di daerah mana?” ”Di seberang sungai kira-kira deket pohon mae yang besar itu.Aku tinggal dengan kakakku.” ”Jauh banget.Gini aja aku nanti tiap minggu ke sana buat ambil suratmu sama sekalian bawa surat Jin Young.Lagian makin banyak orang tua yang nggak bisa ke sini lagi jadi aku bisa sekalian bantu mereka.Kamu mau nemeni aku nggak buat ngambil surat orang tua itu,?soalnya aku kurang disukai nenek-nenek sama kakek-kakek.Dulu aku usil banget sering ngerjain mereka, jadi kalo aku muncul lagi aku bisa dilempar sapu. ”

”Hahaha aku sering denger waktu kecil nenek tetangga marah- marah soalnya ada anak yang suka nyuri buah plum yang ada di kebunnya.Itu ternyata kamu.Hahaha.Baiklah aku bantu kamu mengambil surat.Aku juga suka lihat pemandangan desa ini tapi karena keterbatasanku aku jadi jarang jalan jauh.Kalo gini kan aku bisa sekalian lihat pemandangan desa.Aku nggak perlu khawatir kan ada kamu yang jaga aku.” katanya sambil tersenyum lebar.DEG!Gawat jantungku kenapa berdebar cepat kayak gini?

”I Iya.Kalo gitu mulai minggu depan ya.” “Baik.Makasih ya Jung Hwan.Kalo gitu aku pulang dulu ya.” katanya seraya berdiri “Eh tunggumau aku anter? sekalian aku mau ngambil surat ke nenek Kim di deket rumahmu.Tunggu sebentar ya aku ambil sepedaku dulu.” “Ya udah aku tunggu kamu ambil sepeda.”

****

          “Wah cepet banget ngayuh sepedanya.Rasanya kayak terbang.” kata Hyu Ra sambil tangannya memegang erat bajuku  “He he he ini berkat aku sering nyaris telat kalo sekolah dulu, jadinya aku harus ngayuh  sepada cepet cepet biar nggak telat.” “Hahaha, tapi ada untungnya juga kan sekarang.Kamu jadi cepet kalo anter surat.” “Ya juga sih.”

“Lihat!Deretan bunga mae.Cantik ya” kata Hyu Ra sambil mengulurkan tangannya saat kami melewati jalan yang diapit deretan bunga mae.Angin lembut menerpa pohon-pohon mae itu hingga bunga mae berguguran dan jatuh ke jalan.Membuat jalan seperti berkarpet pink”Maaf , tapi kan kamu tidak bisa lihat kok bisa tahu ada bunga mae?” “Aku melihat bukan dengan mataku tapi dengan hati.Aku bisa tahu kamu lho meski mungkin nggak bisa tahu persis wajahmu tapi aku tahu kalo kamu orang baik.” “He he he jadi malu.”

Kami melewati jalan yang membelah ladang hijau dengan dilatar belakangi perbukitan.Matahari berada tinggi di langit biru dengan awan putih disekitarnya.Lalu kami melewati jembatan untuk menyebrangi sungai yang aliran airnya bergemricik lembut.Kurang lebih 10 menit dari situ terlihat pohon mae besar yang dibawahnya terdapat rumah Hyu Ra

”Sampai!Hebat, kamu rela menempu jarak sejauh ini demi mengantar suratmu buat Jin Young.” kataku saat sampai di depan rumahnya“Apapun asal kamu memiliki kemauan kuat kamu pasti bisa kok.Makasih sudah nganter.Minggu depan ketemu lagi ya.Bye.” katanya sambil masuk ke rumahnya.

****

          “Ini suratmu.Aku bacaiin dulu ya setelah itu baru kita keliling desa.” kataku.Dia mengangguk semangat.”Dear Hyu Ra.Bagaimana keadaanmu?Di sini aku baik-baik saja dan aku mulai menabung untukmu.Sabar ya, pasti aku akan mengumpulkan cukup uang untuk biaya operasimu.Aku ingin menjadi orang pertama yang dapat kau lihat.Setelah itu kita akan selalu bersama.Dari Jin Young.”

Itu memang dari isi hatiku.Aku memang sedang mengumpulkan uang agar Hyu Ra dapat melihat.Aku berharap Hyu Ra dapat melihat indahnya dunia ini secara langsung.Aku ingin menjadi orang pertama yang dilihatnya setelah membuka mata.”Jin Young oppa memang baik ya.Aku nggak sabar ingin bertemu dengannya lagi.Jung Hwan tolong tuliskan ini.Annyeong oppa.Aku senang disana kamu baik-baik saja.Makasih oppa sudah mau bekerja keras demiku.Tapi oppa jangan bekerja terlalu keras hingga sakit ya.Di sini aku punya teman baru namanya Lee Jung Hwan.Dia yang selalu membantuku menulis surat untukmu dan menyampaikan suratmu.Dia sangat baik, aku berterimakasih padanya.Kalo kamu pulang, akan aku kenalkan.Karena itu cepat pulang ya.With all my love, Hyu Ra.Sudah segitu saja.Makasih.Beneran lho kata-kataku yang di surat itu.Aku sangat berterima kasih padamu.Kamu sahabatku yang paling baik.Aku sejak kecil nggak punya teman karena aku buta, makanya aku sangat senang bisa punya teman kamu.” katanya sambil tersenyum

Sakit.Aku tahu bukan aku yang dia inginkan disampingnya, melainkan Jin Young.Aku sudah lama menyadarinya.Tapi ternyata rasanya masih sakit.Apalagi dia berkata aku temannya yang paling baik.Aku tidak tahu apa yang akan dia katakan jika tahu aku telah membohonginnya.

“Nah selesai.Yuk sekarang kita keliling desa.Nanti kamu yang masuk rumahnya dulu ya.Kalo aku. bisa dilempar sapu malahan.” kataku sambil menggandeng tangannya.Tidak apa-apa sekarang aku nikmati dulu waktu-waktu bersamanya ini.Aku akan melakukan apa pun asal dia bahagia.

“Sudah siap.Pegangan ya.” kataku sambil mengayuh sepeda.Angin menerpa lembut wajahku.Hyu Ra memegang kaosku dan memegangi topinya agar tidak terbang  sambil sesekali tertawa menedengar komentarku.

Melihat tenangnya air sungai, aku jadi ingin main di sana.Aku membawa sepedaku ke tepi sungai dan berhenti.”Lho kok berhenti?ada apa?” tanya Hyu Ra heran.Lalu tiba-tiba aku melemparkan air ke arahnya.”Kyaa, ya Jung Hwan!”  katanya sambil melihatku dengan kesal.

Aku  menggandengnya ke arah sungai.Kami main air sampai puas lalu kembali ke tepi sungai.”Hahaha.Basah kuyup banget.Kita tiduran di sini dulu aja sambil keringin baju.”  kataku sambil merebahkan badan di empuknya rumput.Dia juga melakukan hal yang sama.Kami berdua hanya diam memandangi langit.Terdengar suara serangga.Angin berhembus lembut.Suasan yang tenang.Dari dulu aku berharap dapat menikmati hal seperti ini dengan orang yang kusuka.Ternyata sekarang harapanku terwujud, meski dia tidak menganggapku sebagai orang yang dia sukai.

“Hyu Ra, kamu sangat menyayangi Jin Young?” tanyaku memecah keheningan ”Ya, dia segalanya bagiku.Sejak aku kecil dia yang selalu menjagaku, melindungiku.Aku waktu kecil sering diejek karena aku buta.Di saat seperti itu dia selalu ada untuk menolongku.Sampai sekarang dia masih menjaga dan melindungiku.Kamu tahu kan dari surat-suratya.Karena itu aku sangat mencintainya.”  katanya sambil tetap memandang langit.

Di langit yang luas hanya ada tempat bagi sebuah matahari.Matahari yang akan selalu menyinari langit, yang mampu membuat langit menjadi cerah. Begitu pula di hati Hyu Ra tidak ada tempat bagiku.Hanya Jin Young seorang yang mampu membuatnya bahagia.

”Eh tapi tau nggak.Di surat rasanya dia berubah deh.Kamu tahu dulu dia orangnya paling diem dan cuek.Dia jarang ngomong bahkan dengan aku juga, meski aku tahu dia sayang padaku, tapi sekarang dia mau menunjukkan perasaannya.Dia mau terang-terangan bilang dia mengkhawatirkan aku atau dia kangen sama aku.Mungkin Seoul merubahnya jadi seperti itu.Tapi aku lebih senang dia seperti itu.Dia bisa membuatku lebih bahagia sekarang.” katanya sambil tersenyum ke arahku.

Dadaku sakit melihatnya tersenyum.Aku tahu yang dia maksud adalah suratku tapi aku juga tahu bahwa senyuman itu bukan untukku tapi untuk Jin Young.

”Ah sudah kering.Yuk kita lanjutin nganter suratnya.”kataku sambil bangun,menepuk celanaku untuk membersihkan debu dan membantunnya berdiri.

****

          ”Haaah akhirnya selesai juga.Seru banget ya ternyata nganter surat itu.” kata Hyu Ra saat kami menyusuri jalan pulang.”Ya kan, makanya aku mau nganter surat meski gajinya nggak seberapa.Toh aku masih ada kerjaan lainnya.Rasanya aku ikut bahagia kalo aku melihat seseorang bahagia karena surat yang aku anter.” ”Wah hebat..Kamu orang yang baik dan perhatian ya.Kamu tahu, aku menganggapmu seperti kakakku sendiri lho.Pokoknya kamu sahabat sekaligus kakakku yang paling baik.”

Mendengar itu di hatiku hanya ada rasa takut.Bagaimana kalo dia tahu aku yang sahabat sekaligus kakaknya ini ternyata sudah    membohonginya?Apakah dia akan marah, kecewa?

”Iya, kamu juga adikku yg paling bawel.” ‘Yaa.” katanya sambil memukul punggungku.

Satu kata lagi yang membuat hatiku sakit sekaligus membuatku senang.Aku hanyalah kakaknya.Di hati Hyu Ra, Jin Young tetap satu-satunya orang yang dicintainya.Tapi meski begitu aku sudah senang.Berati aku sudah menjadi sesorang yang penting baginya

****

          ”Hei Hyu Ra sepertinya hari ini ada kejutan.Nggak biasanya surat Jin Young tebal kayak gini.Aku buka ya.”Akhirnya setelah 6 bulan aku kerja keras sampai lembur dan kerja di 5 tempat sekaligus aku bisa mengumpulkan uang untuk operasi mata Hyu Ra.

”Dear Hyu Ra.Setelah aku berusaha keras selama ini akhirnya uang operasimu berhasil aku kumpulkan.Mulai minggu depan kamu sudah bisa menjalani perawatan.Tapi maaf aku tidak bisa mendampingimu.Kamu tahukan kerjaanku nggak semudah itu bisa aku tinggalkan.Aku tetap akan mendukungmu lewat surat kok.Jadi tetap semangat ya.Dari Jin Young.Wah akhirnya kamu bisa menjalani operasimu” ”Iya.Aku senang sekali.Tapi oppa benar-benar nggak bisa ya?padahal aku ingin melihatnya ketika pertama kali bisa melihat.” ”Ya mungkin dia benar-benar repot.Kan nggak semudah itu cari kerjaan tetap.” ”Ya juga ya.Kamu bisa tulis ini?Dear saranghaneun Jin Young oppa.Kamu tahu begitu aku membaca surat ini, hatiku rasanya nyaris meledak karena bahagia.Aku sangat berterima kasih pada oppa.Apa yang harus kulakukan untuk membalasmu?Tapi aku sedikit sedih karena oppa tidak bisa menemaniku.Karena itu oppa harus selalu mengirimiku surat.Dengan begitu aku bisa lebih semangat lagi.Doakan aku ya.Dari Hyu Ra.Sudah.Wah aku nggak sabar untuk melakukan perawatan!”

”Hehehe aku juga.Tapi buatku matamu selalu indah kok.” HAH?! Gawat keceplosan.”A a aku pergi dulu ya.Banyak kerjaan nih.Bye” kataku agak panik.Aku langsung mengambil sepedaku dan pergi dari rumah Hyu Ra.

****

Satu tahun kemudian…..

Sudah satu tahun Hyu Ra menjalani perawatan.Operasi demi operasi telah Hyu Ra lewati, besok dia akan dibuka perbannya.

”Hyu Ra!!!” seruku sambil masuk ke ruangan Hyu Ra.”Jung Hwan?Hari ini Jin Young nggak dateng lagi?” ”Kayaknya nggak.” ”Jung Hwan, gimana kalo waktu aku bisa melihat nanti dunia yang aku lihat tidak seprerti yang aku kira selama ini!Aku takut melihat kenyataannya.”

”Jangan takut.Dunia tidak akan berubah.Hanya saja kamu selama ini melihat dunia dari satu sisi.Ketika kamu membuka mata nanti kamu dapat melihat dunia dari beragam sisi.Dan itu merupakan hal yang menarik.Jangan khawatir kan ada aku.Aku akan selalu bersamamu.”

”Gomawo.Tapi kenapa ya Jin Young tidak pernah dateng?Apa dia memang serepot itu? Atau dia sudah nggak memperhatikanku?” ”Nggak mungkin lah.Kalo dia nggak memperhatikanmu lagi buat apa dia mengirim surat untuk menanyakan keadaanmu tiap minggu?Mungkin memang kerjaanya sama sekali tidak bisa ditinggal segampang itu.Kamu harus mempercayainya.” ”Iya ya.Benar aku harus mempercayainya.”

****

Hyu Ra POV

”Nah perbannya sudah saya buka.Sekarang buka mata pelan-pelan.” kata dokter Park

Aku membuka mata.Ada cahaya yang masuk yang membuat mataku sedikit sakit.Aku berusaha membuka mata lagi dan sekarang samar kulihat siluet seseorang.Kukerjapkan mata akhirnya aku bisa memfokuskan pandanganku.

”Jin Young?” tanyaku saat melihat seorang laki-laki yng berdiri dihadapanku”Maaf aku bukan Jin Young yang kamu harapkan,Aku Jung Hwan” katanya sambil tersenyum sedih.

Air mata sudah mengalir melalui pipiku.”Tidak apa-apa.Sudah bisa melihat saja aku sudah senang.” isakku.Lalu Jung Hwan memelukku ”Aku senang kamu bisa melihat.Aku akan selalu disampingmu agar hal-hal menyenangkan saja yang kamu lihat.” katanya sambil mengusap rambutku.

****

”Kak, aku pergi dulu.Aku mau kasih kue ini ke Jung Hwan.” ”Lho kok hari gini?Biasanya kan hari sabtu.” kata Sun Woo oppa bingung. ”He he he aku mau kasih kejutan.Ini kan hasil karya pertamaku.” ”Ya sudah hati-hati ya.”

Aku berjalan riang menuju kantor pos.Sambil sesekali melihat ke arah bungkusan yang aku bawa.”Gimana ya nanti komentar Jung Hwan?” pikirku sambil tersenyum.

”Gong Chan, Jung Hwan ada dimana?” tanyaku pasa teman kerja Jung Hwan di kantor pos.”Ada di belakang.” ”Oo.Gomawo Gong Chan.” ”Jung…” aku ingin memnaggil Jung Hwan tapi ada dia sedang bicara dengan sesorang.Kalo tidak salah namanya Shin Woo, dia atasan Jung Hwan, jadi lebih baik aku mengalah dulu.Kan nggak enak sama Shin Woo nati.

”Sedang nulis surat lagi?Haah..Kapan kamu akan mengaku kalo surat-surat itu kamu yang tulis?” tanya Shin Woo pada Jung Hwan.”Apa maksudnya?” batinku.Aku langsung terdiam di tempatku ”Mungkin sebentar lagi.Dia sudah selesai operasi berarti keinginan Jin Young sudah terpenuhi.Mungkin sekarang Jin Young  sudah bisa tenang di surga.” ”Di surga?Apa maksud semua perkataanya?”

”BRAK.” tanpa sadar bungkusanku terjatuh.Jung Hwan langsung menoleh ke arahku.Aku menatapnya dengan tatapan penuh amarah.”Hyu Ra.Aku ak…” katanya sambil mendekatiku.”PLAKK.” aku menampar pipinya.”Aku nggak nyangka kamu setega itu.Aku pikir kamu orang yang baik ternyata kamu hanya seorang pembohong. Aku benci kamu!!” teriakku dan belari meninggalkannya.Air mata sudah mengalir di pipiku.

****

Jung Hwan POV

Aku hanya bisa melihatnya pergi meninggalkanku.Aku tahu aku sudah membohonginya Sudah tidak mungkin lagi memintanya untuk memaafkanku.Terlalu dalam luka yang kutorehkan

Aku kembali melihat Shin Woo yang tadi mengajakku berbicara.”Kamu nggak apa-apa?Kamu kejar dia” katanya sedikit panik”Nggak usah.Aku yang salah.Aku tidak berhak untuk meminta maafnya.” ”Tapi paling tidak kamu harus menjelaskannya. Kalau begini dia kasihan, dia pasti bingung dalam keadaan seperti ini.” jelasnya dengan tersenyum

Benar, aku harus menjelaskan semuannya.Dia tidak boleh sampai kebingungan seperti ini.” Shin Woo aku pergi dulu.” kataku sambil belari.Aku belari keluar dari kantor pos dan tiba-tiba ada seseorang yang berteriak ”AWASS.”.Dan pandanganku menjadi gelap.

****

Hyu Ra POV

Aku berlari memasuki kamar dan langsung terduduk lemas di lantai.Air mata sudah mengalir deras dari pelupuk mataku.Kenapa dia membohongiku?Apa benar Jin Young oppa sudah meninggal? Mengapa tidak ada yang memeberitahuku?Semua pertanyaan itu membuat hatiku sakit.

”Hyu Ra, Hyu Ra.Jung Hwan kecelakaan sekarang dia ada di klinik.” teriak Sun Woo oppa panik.Tanpa pikir panjang aku langsung belari menuju klinik.”Tuhan jangan ambil lagi orang yang aku sayangi.Tolong selamatkan Jung Hwan.” doaku dalam hati sambil terus belari.

”Permisi Lee Jung Hwan dimana?” tanyaku pada seorang perawat.”Dia sedang di ruang perawatan.” ”Kamsahamnida.” kataku sambil langsung menuju ke ruang perawatan.

”Jung Hwan.” kataku sambil membuka pintu.Di sana aku melihat Jung Hwan duduk bersandar di tempat tidur.Kepalanya di perban.”Hehehe, jangan khawatir aku hanya terserempet sepeda lalu jatuh menghantam batu yang cukup besar.Lho kenapa?” tanyanya bingung ketika aku menangis dan langsung belari memeluknya.”Jangan tinggalkan aku.Sekarang hanya kamu yang aku punya.Jin Young oppa sudah tidak ada.Kalo sampai kamu juga pergi apa yang harus aku lakukan?” isakku

”Maaf telah membohongimu.Seluruh desa tidak ingin melihatmu sedih jadi kami merahasiakan kematian Jin Young.Tapi aku tidak tega melihatmu yang tetap mengirim surat kepadanya.Melihat begitu besar kepercayaanmu aku memutuskan untuk menjadi Jin Young dalam membalas surat-suratmu.Maaf ya aku berbuat egois tanpa memedulikan perasaanmu. Aku nggak papa kok kalo kamu tidak memaafkan aku.Aku tahu aku salah.” katanya sambil membelai rambutku.

Ternyata dia melakukan ini semua karena aku.Aku tidak tahu apa-apa tapi langsung menyebutnya pembohong.”Mianhae, jeongmal mianhae.” isakku ”Lho kok kamu yang minta maaf.Kan aku yang salah.” Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya dengan kesal ”Ya aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat.Kamu temani aku ke makam Jin Young.”

Tiba-tiba dia langsung menarikku lagi kedalam pelukannya.”Gomapta telah memaafkanku.Aku akan melakukan apa pun yang kamu minta.Aku berjanji tidak akan pernah membohongimu lagi.” katanya.Aku tahu dia juga menangis.Aku membiarkannya memelukku.

****

          ”Ternyata ini makam Jin Young oppa.” ”Ya.jadi sebenarnya Jin Young sudah lama kembali ke desa ini.” kata Jung Hwan.Aku berjalan mendekat.Jung Hwan hanya melihat.

Makam Jin Young oppa terletak di sebuah bukit di bawah pohon mae yang besar.Angin berhembus pelan membuat bunga mae berguguran di atas makam Jin Young oppa.

Aku berdoa sambil menagis.Setelah aku berdoa aku berkata pada makam Jin Young oppa.”Jin Young oppa maaf aku baru mengunjungimu sekarang. Andai saja aku tahu akan begini jadinya aku tidak akan membiarkanmu pergi ke Seoul.Tapi aku berterima kasih kepadamu.Oppa, sekarang oppa tidak usah khawatir lagi.Sekarang aku sudah mampu melihat.Melihat dunia yang indah.Aku tidak sendiri lagi.Ada Jung Hwan yang menjagaku.Jadi oppa harus bahagia disana.”.Lalu aku melihat ke arah Jung Hwan sambil tersenyum dan menariknya mendekat.

”Ini Jung Hwan.Dia orang yang baik.Aku bahagia bisa bertemu dengannya.Dia adalah orang yang aku cintai.”.Aku tahu Jung Hwan melihatku dengan mata terbelalak.”Sekarang oppa istirahat yang tenang ya.Aku akan selalu mendoakan oppa.Aku tidak akan pernah melupakan semua kenangan indahku dengan oppa.Selamat tidur oppa.” kataku.Aku lalu meletakan bunga dan berjalan pergi.Tapi tangan Jung Hwan menahan tanganku

”Hyu Ra.Apa maksudmu tadi?” tanya Jung Hwan.Aku berbalik dan tersenyum kepadanya.”Sudah jelaskan. Saranghaeyo.Kamu sudah memberiku banyak hal sekarang aku akan membalasnya.Aku baru sadar rasa sukaku pada Jin Young oppa seperti rasa suka seorang adik pada kakaknya.Tapi aku menyukaimu bukan sebagai seorang kakak tapi sebagai seseorang yang aku cintai dari hatiku yang terdalam.”

Dia memelukku.”Aku juga menyukaimu.Aku pikir aku tidak akan pernah menjadi matahari bagimu.Gomawo.Aku berjanji aku akan selalu membuatmu bahagia.” ”Dan tidak akan membohongiku lagi.” tambahku.Dia melepaskan pelukannya dan tersenyum.”Tidak akan pernah lagi.” lalu dia mendekatkan wajahnya dan kami pun berciuman di bawah bunga mae yang berguguran.

CHOROP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s