A Beautiful Summer

A beautiful summer

Title: A Beautiful Summer

Cast: Oh Se Hun

           Kim Yeon Na

Other Cast: EXO member

Genre: Romantic

Length: Oneshoot

Summer Dream

          “Hahaha, wajahmu tadi waktu ketahuan nyontek lucu banget lho.” kata seorang anak perempuan.Dia tertwawa lebar seakan tidak pernah ada kesedihan yang terlintas di wajahnya.Hanya kebahagian yang selalu menghiasi harinya.Namanya Yeon Na, anak kelas sebelah yang selalu mampu menarik perhatianku.”Ya namanya juga mau mati pasti wajahku bego banget.Untung gurunya bisa aku bohongi.” “Hahaha.Ya udah aku pulang dulu ya.” katanya sambil melambaikan tangan ke arah temannya dan belari menuju gerbang sekolah melewatiku.

Ketika dia berlalu melewatiku, tiba-tiba angin bertiup cukup keras.Membuat salah satu pita yang dipaikainya, karena dia selalu dikuncir dua dan diberi pita keduanya, lepas dan tertiup mengikuti irama angin.Dia tidak sadar dan tetap belari.Aku menangkap pita itu dan memasukkannya ke sakuku.Mungkin besok aku bisa mengembalikannnya.

****

          Tapi sepertinya aku tidak akan pernah bisa mengembalikan pita itu.Keesokannya aku mendengar bahwa dia pindah sekolah karena urusan keluarga.Duniaku serasa runtuh sat itu juga.Kenapa dia tiba-tiba pergi?Bahkan dia belum mengetahui tentangku.Aku belari ke arah rumahnya dan aku melihat rumah itu telah kosong, sekosong hatiku sekarang.

Aku merogoh kantongku dan menemukan pita berwarna biru muda itu.Aku menatapnya lekat-lekat seolah pita itu bisa menghilang begitu saja seperti pemiliknya.Aku putuskan untuk selalu menyimpan pita itu dan mengingat Yeon Na sebagai satu-satunya orang yang ada di hatiku.Meskipun ini konyol karena kecil kemungkinan aku bertemu dengannya lagi, aku pasti akan selalu mengingatnya.

****

8 tahun kemudian

“Se Hun, kamu masih pakai hiasan hp nggak jelas itu?” ”Biarin.Apa urusanmu.” ”Hah lebih baik kamu lepas itu daripada kamu nggak dapet pacar gara-gara cewek-cewek ngira kamu sudah punya pacar.” ”Ya nggak apa-apa.Aku memang sudah punya pacar.Orang yang memiliki pita ini.” ”Sayang padahal kamu banyak yang naksir.Aku pergi dulu ya.Aku harus menyerahkan tugas ini ke dosenku.Bye.” kata Lu Han sambil belari pergi.

Aku mengamati pita yang sekarang aku simpul menjadi berbentuk pita dan menjadikannya gantungan hp itu.Kapan aku bisa bertemu lagi dengannya?Apa aku selamanya tidak dapat menemukannya.Aku mendesah dengan hati yang berat dan berjalan pulang.

Aku berjalan santai sambil menikmati pemandangan musim panas.Langit biru dihiasi awan putih yang bergelung-gelung.Matahari yang bersinar terang.Bunga-bunga matahari yang tinggi berusaha menggapai langit.Aku paling suka musim panas karena selalu mengingatkanku pada anak itu.Aku bertemu dengannya pertama kali saat musim panas juga ketika kami masih SMP.

Tiba-tiba seorang cewek menubrukku membuat barang-barangnya berhamburan.”Maaf.” katanya.Tapi aku tahu permintaan maafnya tidak tulus.Aku cuek dan tetap membantunya membereskan barangnya.Lalu perhatianku tertuju pada sebuah benda.Sebuah hp dengan gantungan pita yang sama persis seperti milikku.”Maaf aku mau mengambilnya.” katanya seraya mengambil hp itu dan memasukannya pada tasnya.Lalu dia sedikit membungkukan badan padaku dan pergi.Meninggalkanku yang berdiri mematung karena terkejut.Aku telah menemukannya.Aku telah bertemu kembali dengan Yeon Na.

****

          ”Ya mungin orang lain.” kata Baek Hyun keesokan harinya ketika aku menceritakannya pada kelompokku.”Iya.Kan yang punya pita warna biru muda memang cuma dia?Zi Tao jangan ambil mieku.” kata Xi Ying sambil menarik kembali piringnya.”Tapi aku melihat ada bekas tip ex di ujungnya.Itu dulu temannya yang ngelakuin karena ngerjain dia.” kataku membela diri.”Salah lihat kali.” kata Kai sambil lalu.

”Aaakh kok nggak ada yang percaya sih?!” protesku sambil melihat ke sekeliling kantin.Lalu aku melihat cewek yang kemarin menabarakku.”Itu.Itu anaknya.” kataku sambil menujuk ke arahnya.Seketika kepala mereka semua beputar melihat ke arah yang aku tunjuk.”HAAAH!!” teriak mereka serempak lalu cepat-cepat menunduk kembali ketika banyak orang yang melihat ke arah mereka karena terkejut mendengar teriakan.

’Kenapa?” tanyaku lugu.”Jangan.Pokoknya jangan sama cewek itu.” kata Xiu Min tegas.”Ya kenapa?” tanyaku mulai kesal.”Kamu nggak tahu cewek itu?Namanya Yeon Na..” ”Waah ternyata benar dia!!Aku memang nggak salah!!” seruku kegirangan membuat mereka semua saling pandang keheranan.”Ya anak itu adalah cewek yang nggak disukai hampir oleh seluruh anak di jurusan ini, ah nggak, mungkin seluruh universitas ini.”  kata Kris menghancurkan kesenangan yang dari kemarin sudah mengembang di dadaku.

”Lho kenapa?Kan anaknya menarik.Dulu dia termasuk punya banyak teman.” ”Ya itu dulu.Sekarang dia berbeda.Tidak pernah tertawa.Selalu bicara keras pada semua orang.Aku saja pernah dibentak cuma gara-gara aku jatuhkan bolpen. bayangkan cuma bolpen, di depannya.” kata Su Ho.”Hei, kalian pernah denger nggak?Dia pernah nolak anak jurusan bahasa.Kalo nolaknya biasa nggak apa-apa.Dia nolak sembil nyiram tuh cowok dengan air sambil teriak ’Ngaca dulu ya baru ke sini lagi’ trus pergi begitu saja.” kata Chen antusias.”Wih kalo aku mending nggak usah lah sama anak kayak gitu.Aneh dia.Pantesan nggak ada temen.Lihat dia selalu makan sendirian kayak gitu.” tunjuk Chan Yeol ke suatu arah.Aku langsung memutar badanku dan melihat dia sedang duduk sendiri sambil makan.”Nggak seru banget tuh anak.Kamu jangan sama dia.Nanti kamu dibentak malahan” kata Kyung Soo sambil tetap melanjutkan makannya.

Setelah mendengar semua informasi itu aku menjadi syok.Apa benar semua itu.”Aku ke sana dulu ya.” kataku sambil membawa nampanku ke meja Yeon Na.”Wah pasti sebentar lagi dia dibentak.” aku sempat mendengar Zi Tao berkomentar seperti itu.Semua temanku melihat ngeri ke arahku.

”Lagi makan sendiri?Boleh aku duduk di sini?” kataku sambil menaruh nampanku di depannya.Dia tidak bicara hanya memindahkan nampan ke meja di belakangnya dan membalikan badannya membelakangiku.Aku langsung juga ikut pindah.”Ngapain lagi hah?!Aku mau makan janga ganggu tau!!” bentaknya.Aku ternganga.”Katanya mau makan disana ngapain juga ngikutin aku ke sini?!Sana balik lagi aja.” bentaknya lagi.Tapi sekarang aku menjadi menyadari sesuatu.”Kalo gitu aku ubah pertanyaanku.Boleh aku makan bersamamu?Aku mau makan bareng kamu” tanyaku sambil tersenyum.Dia langsung kembali memindahkan nampannya ke meja sebelumnya dan membalikan badannya lagi.Aku juga memindahkan nampanku di depannya.Dia memutar badannya lagi, aku juga mengikutinya lagi.”Hyaa!!Kamu mau apa hah?!!Aku laper tau!!Cepetan cari teman makan yang lain aja!!” ”Aku kan sudah bilang mau makan sama kamu.Ayolah kita sama-sama laper jadi mendingan kita damai dulu aja,ya?” jawabku dengan wajah memelas.”Terserah.” jawabnya dingin.Aku langsung duduk di depannya dan mulai makan.

”Kemarin sorry ya bikin barangmu jatuh?O ya namaku Oh Se Hun.Namamu?” tanyaku.Dia hanya menatapku dengan tatapan memperingatkan dan melanjutkan kembali makannya tanpa menjawabku.”Ya sudah kalo nggak mau kasih tau juga nggak apa-apa kok.Berarti aku manggil kamu ’hei’ atau ’anak itu’ aja ya?” balasku.”Kim Yeon Na.Puas!” jawabnya galak.Ya pasti aku sudah tahu namanya.Nama yang tidak pernah aku lupakan.Tapi aku suka melihatnya kesal seperti itu.Wajahnya lucu.

”Kamu nggak inget aku?Dulu kita se-SMP lho.Aku tahu kamu.Tapi kamu nggak sampe setahun sudah pindah.Aku..” ”Berhenti!!” katanya sambil menyiramkan minumannya ke arahku.”Aku bilang berhenti mengajakku bicara!!” katanya sambil pergi begitu saja.Aku hanya bisa bengong.Kenapa tiba-tiba marah?Padahal meskipun kesal tadi dia nggak marah.Apa ada sesuatu dengan masa SMPnya?

”Se Hun Se Hun kamu nggak apa-apa?” tanya teman-temanku sambil menghampiriku.”Nggak.Aku nggak apa-apa.” ”Kita pulang dulu aja.Lagian sudah sore.” kata Su Ho.Kami pun pulang.Berhubung asrama kami bersebelahan semua jadi kami pasti pulang bersama.

”Gila.Kamu nggak tahu malu banget tadi.” kata Chan Yeol dalam perjalanan pulang kami.”Ya masak teriak-teriak di kantin.” timpal Kai”Tapi baru kali ini Yeon Na mau makan bareng seseorang.” kata Xiu Min.”Aku malu tau ngelihatnya.Aku pura-pura nggak kenal kamu aja ya habis ini.” kata Xi Ying.”Besok kamu pura-pura aja nggak pernah kejadian apa-apa kalo ketemu Yeon Na.” saran Baek Hyun

Aku masih memikirkan kejadian tadi.Masak sudah ketemu tapi aku harus pura-pura nggak kenal dia?Padahal hari ini adalah hari yang paling aku tunggu.Hari dimana aku bisa bertemu dia kembali.”Sudah kuputuskan.Apa pun caranya, bagaimanapun pendapat orang-orang tentangnya aku akan mendapatkannya.Aku harus mendaptkannya. Hwaiting!!” teriakku bersemangat sambil meniju udara.

”Percuma ngomong sama dia.Ya udah semoga sukses.” kata Kris sambil membuka kamarnya dan menghilang kedalamnya.”Gila, niat banget.Aku sih nggak suka sama cewek model gitu.” kata Zi Tao.

****

          Keesokan harinya aku berangkat ke kampus pagi-pagi sekali.Aku menunggu dia di gerbang kampus.Tidak lama kemudian aku melihatnya.”Hey pagi.Sorry kemarin aku menyinggungmu.Gimana sebagai permintaan maaf nanti kutraktir di kantin.?” tanyaku.Dia hanya terus berjalan tanpa memedulikanku.Meskipun begitu aku terus mengikutinya.”Kamu jurusan apa?Aku jurusan Musik.” kataku.Dia tetap tidak menjawab.”Wah cuaca hari ini panas juga.Coba kalo ke kelas boleh bawa es, pasti enak.”.Dia sekarang berhenti berjalan dan masuk kedalam sebuah kelas.”Ooo kamu jurusan Desain. Berarti kelas kita besebrangan.Ok nanti sebelum istirahat aku sudah ada di depan kelasmu dan kita akan ke kantin bareng.Bye!!” kataku sambil pergi.

****

Yeon Na POV

Hanya satu kata yang bisa aku katakan untuk menggambarkan Se Hun.Aneh.Selama kuliah berlangsung dia sesekali menoleh dan melambai kan tangan penuh semangat ke arahku.Aku hanya bisa tercengang dan cepat-cepat mengalihkan pandanganku ke arah dosen.

Atau ada yang lebih parah.Waktu dosennya keluar dari kelas, entah kenapa, dia membuka jendelanya dan berteriak ke arahku ”Yeon Na jangan lupa ya nanti istirahat ke kantin bareng!!” membuat seluruh kelasnya dan kelasku seketika itu juga menoleh ke arah kami berdua.Wajahku menjadi merah seketika.Bukan karena malu tapi karena amat sangat kesal.Apa yang dia pikirkan?Apa nggak tahu malu tuh orang.

Dan benar saja ketika bel istirahat sebentar lagi akan berbunyi.Dia sudah keluar dari kelasnya dan belarian di koridor dengan suara gaduh lalu berjongkok di bawah jendela ruang kelasku dengan kepala di letakan di daun jendela yang terletak di sebelah kursiku membuat seluruh siswa di kelasku tertawa dan para siswi seperti mengeluarkan ancaman perang.Aku sampai lupa kalo dia banyak yang naksir.Aneh gini kok banyak yang naksir?

Bel istirahat berbunyi, tanpa basa basi dia langsung masuk ke kelasku dan menarikku.”Ayo ke kantin.Aku sudah lapar.Let’s go.” katanya semangat.Aku hanya bisa pasrah ketika tanganku di tariknya.

”Pesan ramyun super besarnya satu, kimbap dua, puding caramel satu sama orange juicenya yang ukuran besar satu.”.Gila makannya banyak banget, pikirku.Dikemanakan makanan segitu banyaknya padahal badan kurus gitu.”Kamu mau makan apa?” tanyanya ke arahku.”Kimbap 1” jawabku.”Kimbapnya tambah 1.Berapa semuanya?” ”8000 won.”.Dia langsung mengeluarkan dompet untuk membayar.”Hei aku nggak mau kamu bayarin.Aku bayar sendiri.” kataku tegas”Lho tapi kan aku sudah janji untuk nraktir kamu sebagai permintaan maaf?” ”Nggak.pokoknya nggak.” ”Ayolah.Aku yang bayar ya.” ”Nggak.” ”Hei cepetan yang di depan.” teriak seseorang di belakang kami.”Nah tuh, makanya aku aja yang bayar.Nih Ajumma uangnya.” katanya sambil memberikan uang dan tersenyum puas ke arahku.

****

”Aaakh kenyang.” katanya sambil merenggangkan badan.”Kalo kamu bilang kamu nggak kenyang berarti ada masalah dengan perutmu.” kataku sinis.Dia menoleh dengan wajah terkejut ke arahku.”Kamu bicara?Yee akhinya kamu mau bicara sama aku.” teriaknya kegirangan sambil memelukku.”Apaan sih?Lepasin.Dilihatin banyak orang tau.” kataku sambil mendorongnya.Dia ngelakuin itu di taman tengah kampus yang lagi penuh sama orang.Otomatis semua melihat ke arah kami.”Hehehe.Aku seneng banget.” katanya sambil tersenyum lebar.

”Nanti pulang aku jemput kamu lagi di sini ya.Bye!!” katanya sambil belari pergi.Aku melihat di depan kelas, teman-temannya menyambutnya dan langsung ada yang memiting lehernya dengan satu tangan, ada yang mengacak-acak rambutnya.Lalu mereka tertawa keras.Dia juga ikut tertawa membuat wajanya terlihat seperti anak kecil.Aku nyaris ikut tersenyum juga kalau saja aku tidak ingat dengan sebuah perkataan yang telah aku ucapkan dulu.

****

Se Hun POV

Aku sudah menunggunya di depan pintu kelasnya.”Sudah selesai.Ayo kita pulang.” kataku sambil menarik tangannya.”Lepaskan!!” katanya sambil melepaskan tangannya dari genggaman tanganku.”Lho kenapa?Ya sudah nggak aku gandeng deh.Yuk pulang.” ”Kenapa kamu nggangu aku terus sih?!! Mulai besok kalau kamu masih ngikutin aku, aku akan membunuhmu!!!” teriaknya marah lalu pergi begitu saja.

****

          ”Kenapa kok marah-marah lagi?Padahal tadi dia sudah mau ngomong sama aku.Apa aku terlalu terburu-buru ya?” pikirku.’Akh besok pagi aku akan buatkan saja dia kejutan.” kataku lalu aku langsung belari untuk mempersiapkan kejutan itu.

****

Yeon Na POV

Kejadian kemarin membuatku jadi malas ke kampus. Aku berjalan gontai menuju ke kampus.Sebenarnya aku sedikit merasa bersalah dengan Se Hun. Apa yang harus  aku lakukan kalau aku ketemu dengan Se Hun?

”Agashii ini untuk anda.” kata seorang paman membuatku terkejut.Aku menoleh ke kanan dan ke kiri lalu menunjuk diriku sendiri sambil berkata ”Maksudmu aku?” ”Ya.Aku baru saja buka toko, jadi ini lolipop unuk agashii” katanya sambil memaksaku untuk menerima lolipop besar itu.Akhirnya lolipop itu aku terima.”Gomawo ajushii.” kataku riang.

Lalu aku melanjutkan berjalan lagi sambil memakan lolipop itu.Aku dari dulu suka lolipop, jadi aku nggak nolak dikasih lolipop gratis.”Agashii ini untuk anda.” kata seorang ajumma sambil memberiku sebuah boneka anjing yang sangat besar.”Lho ini buat apa?” kataku bingung.”Aaish sudahlah terima saja.Tidak baik menolak keberuntungan.” katanya sambil pergi kemabli ke tokonya.”Gomawo!!” seruku pada ajumma itu

Meskipun aku jadi susah jalannya karena pandanganku terhalang boneka anjing itu, tapi aku senang karena dari kecil aku paling pingin punya boneka anjing yang sangat besar seperti ini.Aneh dulu waktu kecil tidak ada yang membelikan, sekarang waktu besar malah dikasih gratis.

”Agashii ini untuk anda.” kata seorang cewek sambil memberiku sebuah bando berwarna hitam dengan hiasan pita kecil berwarna biru lembut di dekat salah satu ujungnya.Membuat orang yang memakainya pasti terlihat hanya memakai pita tanpa ada yang mengetahui itu sebenarnya bando.”Waah nggak usah unnie.Tanganku sudah penuh.Apa hari ini pedagan di jalani ini sedang ada promo?” tanyaku bingung.”Hahaha tidak.Kalo gitu unnie pakaikan saja.Nah selesai.Sini coba lihat, maniskan?” tanya unnie itu sambil menunjukka sebuah cermin yang memantulkan bayanganku memakai bando itu.”Sebenarnya sih aku suka dengan bando ini, tapi masa aku dikasih gratisan.” ”Nggak apa-apa.Hitung-hitung juga promosi.” kata unnie itu sambil tersenyum ”Ya udah makasih ya unnie” kataku seraya melanjutkan perjalananku lagi.

Aneh, hari ini serasa kembali ke masa kecilku.Lolipop, boneka anjing, dan pita biru lembut.Itu semua adalah yang kusuka sewaktu aku kecil.Aku serasa kembali ke hari-hari sebelum kejadian itu.Hehehe, ada juga hari seperti ini.

Tanpa sadar aku menjadi tersenyum sendiri.”Agashii, apa anda menyukai kejutan yang aku buat?” kata seseorang membuatku terkejut.Aku tidak bisa melihat jelas wajahnya karena wajahnya tertutup buket bunga matahari.”Nuguya?” tanyaku bingung.Lalu dia menurunkan buket bunga itu.Ternyata Se Hun.Dia berdiri sambil tersenyum dan mengulurkan buket itu ke arahku.”Maaf kemarin membuatmu kesal.Ini semua sebagai tanda permintaan maafku.Ah! Masih ada satu lagi.Ayo ikut aku.” katanya seraya menggengam tanganku.”Nggak mau!!” seruku sambil melepaskan tanganku dari genggamannya.”Ayolah, aku sudah menyiapkan ini untukmu.” dia memandangku dengan wajah memelas.Aku jadi tidak tega.Lagian aku kemarin juga sudah berbuat salah dan juga hari ini tidak ada niatan untuk kuliah.”Ya sudah.Aku ikut.” kataku.”Benar?Horee..Ayo kamu naik sepda ini.Kita akan ke suatu tempat yang pasti kamu suka.” katanya sambil menarik sepeda berwarna putih dengan keranjang anyaman di depannya.”Kamu taruh sini saja tas dan bunganya.” katanya.Aku menaru tasku dan bunga matahari di keranjang itu.Lalu duduk di belakang dengan satu tangan membawa boneka anjing dan lolipop yang baru aku makan sedikit.

”Nih topi buatmu biar nggak kepanasan.Soalnya tempatnya agak jauh.Lihat aku juga pakai.” katanya sambil menunjuk topinya dengan bangga dan memakaikanku topi lebar berwarna coklat muda yang sekelilingnya dililit pita yang lagi-lagi berwarna biru lembut.”Sudah siap.Let’s go!” serunya lalu mengayuh sepedanya keras.”Hei aku bisa jatuh.” seruku sambil memukul punggungnya.”Makanya pegangan.” Lalu aku memegang ujung kaosnya saja.”Sudah kubilang pegangan.” katanya seraya mengambil tanganku dan melingkarkannya di pinggangnya lalu terus memegangi tanganku sambil terus mengayuh dengan cepat.

Pemandangan mulai berubah.Gedung-gedung mulai jarang.Berganti dengan ladang-ladang.Matahari berada tinggi dilangit biru dengan awan bergelung-gelung menghiasinya.Angin berhembus dengan lembut.Awalnya aku menikmati semua itu sambil makan lolipop.Tapi begitu lolipopku habis dan kami nggak berhenti juga, aku jadi mulai khawatir.

”Hei sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku.”Nanti kamu juga tahu.”.Gawat gimana nih?Jangan-jangan dia mau ngerjain aku buat balas dendam perkara yang kemarin.Aku pasti akan diturunkan di suatu tempat yang asing lalu ditinggal begitu saja.”Kamu nggak mau macem-macemkan?” ”Macem-macem gimana?” ”Kamu mau ngerjain aku buat balas dendam perkara yang kemarin kan?.Aku pasti akan diturunkan di suatu tempat yang asing lalu ditinggal begitu saja.Ya kan?” ”Hah?! Ya nggak lah.Aku bukan tipe orang yang dendaman.Ya sudah aku beritahu kamu tujuan kita biar kamu nggak mikir aneh-aneh.Kita ke pantai.Sudah puas, agashii?”.Aku hanya diam.

****

          ”Sampai!!!Ini pantai yang mau aku tunjukkan.Masih jarang orang yang tahu pantai ini.Jadi kita bisa menikmatinya tanpa terganggu.” serunya sambil merentangkan tangannya seperti mau memeluk pantai itu.Lalu dia menoleh ke arahku sambil tersenyum ”Apakah anda suka agshii?” tanyanya.

Melihat wajahnya yang tersenyum dilatarbelakangi sinar matahari dan hembusan angin yang membuat rambutnya sedikit berantakan, rasanya wajahku menjadi panas.Pantas saja banyak cewek yang naksir dia.Aku mengangguk sambil tersenyum ”Gomawo.” kataku.

****

Se Hun POV

Dia tersenyum.Senyum yang sama seperti 8 tahun yang lalu.Tidak ada yang berubah.”Ayo kita main air.” ajakku sambil menariknya ke arah pantai.Kami belarian ke arah pantai sambil melepas sepatu kami di pasir dan bermain air sepuasnya.Dia tertawa bahagia.Hari ini aku berhasil membuatnya tertawa.

”Sudah cukup.Aku menyerah aku ngaku kalah.” kataku sambil ngos-ngosan.”Nah gitu dong!Tidak ada yang bisa mengalahkan Yeon Na dalam hal bermain air.Hahaha.” katanya membanggakan diri.”Yuk kita istirahat di bawah pohon itu aja.” ajakku.

”Hah.Capeknya.” katnya sambil menyandarkan diri ke batang pohon yang aku tunjuk tadi.Aku juga menyandarkan diri ke batang pohon.Kami diam menikmati pantai ini.Pasir putih membentang luas.Sejauh mata memandang hanya ada pasir putih dan laut biru.Matahari semakin tinggi dilangit.Terkadang terdengar suara camar.

”Se Hun maaf ya kemarin.” katanya memecah kehiningan.”Nggak apa-apa.Mungkin waktu itu kamu lagi capek.” ”Kamu mau tahu nggak alasanku marah waktu kamu ngomong tentang masa SMP?” ”Ya aku penasaran sih.Tapi kalo kamu nggak mau ngomong ya sudah.” kataku

”Mungkin kalau kamu mau mendengarku.Dulu waktu SMP, ayah ibuku bercerai.Aku tidak pernah mengerti kenapa orang tua yang selalu terlihat bahagia tiba-tiba memutuskan bercerai.Aku ditinggal begitu saja dengan nenekku di sini.Mereka malah langsung pergi ke luar negeri.Sejak saat itu aku tidak pernah mau mepercayai orang lagi.Aku merasa sangat dibohongi oleh orang tuaku.Aku juga menjadi bingung dengan arti cinta dan menjadi tidak percaya dengan cinta.Kalau mereka selalu berkata mereka saling mencintai kenapa mereka harus berpisah?”

Ternyata itu alasnnya pindah sekolah dulu.Selama ini dia pasti merasa kesepian.Dia memendam itu semua sendirian.Aku membayangkan betapa sakitnya memendam semua itu sendiri tanpa ada yang memerhatikannya.

”Jujur, aku juga tidak tahu kenapa ayah ibumu bercerai,Mungki daripada mereka saling menyakiti satu sama lain, mereka memilih untu berpisah.Tapi keputusanmu mereka untuk meninggalkanmu disini mungkin agar kamu tidak bingung.Kalo mereka menyruhmu memilih salah satu dari mereka, apa kamu bisa memilih?Mereka tahu itu jadi mereka tidak ingin kamu merasa bersalah.Bagiku cinta bukan sesuatu yang menakutkan.Cinta bisa membentuk berbagai macam emosi lain.Seperti kebahagian dan  kepercayaan.Aku yakin aku akan mampu membuat cewek yang aku cintai selalu bahgia dan merasa nyaman jika bersamaku.Aku tidak akan pernah melepaskan cewek yang aku sukai.”

****

Yeon Na POV

”.. Aku tidak akan pernah melepaskan cewek yang aku sukai.” katanya sambil memandangku.Pandangannya membuat jantungku berdetak seratus kali lebih cepat.Dia yang selalu tersenyum tiba-tiba menjadi serius.Aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku ke laut.”Gomawo.Aku merasa aku menemukan jawaban yang sudah lama aku cari.Tapi waktu SMP dulu aku juga suka sama cowok lho.Sampai sekarang sih.Hehehe.” kataku

****

Se Hun Pov

”..Tapi waktu SMP dulu aku juga suka sama cowok lho.Sampai sekarang sih.Hehehe.” katanya sambil tersenyum.Hatiku serasa ditusuk.Sakit.”Ini.” katanya seraya mengeluarkan hpnya dan menunjuk pita yang sama dengan pitaku.”Adalah benda berhargaku yang mengingatkanku dengannya .Dia selalu tersenyum.Mengingat senyumannya membuatku mampu bersemangat lagi.Setiap kali aku merasa putus asa, aku selalu melihat ini dan menjadi semangat lagi.Aku ingin bertemu dengannya lagi”

Jadi dia selalu menyimpan pita itu karena mengingatkannya pada orang yang dia sukai.Aku merasa harapanku hancur berkeping-keping.Hatiku sakit sekali melihatnya memandang itu dengan senyum lembut.Aku yakin dia pasti sangat mencintai orang itu bahkan sampai sekarang

”Eeh aku pergi ambil minum dulu di tasku ya.Kamu tunggu di sini dulu.” kataku sambil langsung belari pergi.”Cepetan ya.” serunya ke arahku.Aku belari lalu berhenti di depan sebuah pohon.Aku meninju pohon itu sekuat tenaga melampiaskan kekesalanku.”Sial.Kenapa aku selau tidak bisa mendapatkannya?” kataku.

****

Yeon Na POV

Se Hun pergi mengambil minum meninggalkanku sendiri disini.Baru kali ini aku bisa bebas mengutarakan perasaanku pada seseorang.Sekarang perasaanku jauh lebih ringan dibanding sebelumnya.

Tiba-tiba aku melihat sesuatu di temapt tadi Se Hun duduk.Ternyata hp Se Hun.Aku terkejut melihat gantungan hpnya.Pita berwarna biru lembut yang sama persis seperti milikku.Kenapa dia juga punya?

”Sorry lama.Ini buatmu.” kata Se Hun sambil mengulurkan sebuah botol ke arahku.”Ini kamu dapat dari mana?” tanyaku.”I..ini punya cewek yang aku sukai.Tapi itu dulu.Sekarang dia sudah menyukai cowok lain.Aku menyimpannya karena aku tidak bisa melupakannya.”

”Oh..” kataku.Tapi kenapa mendengar jawabanya itu membuat hatiku sakit?Ah paling hanya perasaanku saja.”Habis ini kita pulang yuk.Sebentar lagi gelap soalnya.” katanya.

****

          ”Se Hun, makasih buat hari ini.” ”Sama-sama.Kamu masuk dulu saja. Baru aku pulang.” ”Oke.Bye~” kataku sambil melambaikan tangan ke arahnya.Dia juga membalas lambaianku.Lalu aku masuk ke rumah.

”Nenek aku pulang!!” seruku.”Yeon Na!Akhirnya kamu pulang. Nenek ada berita gembira untukmu.Hari ini ayah ibumu datang.Mereka merencanakan untuk kembali bersama lagi.Itu mereka di sana menunggumu.” kata nenekku sambil menunjuk ke arah ruang keluarga.Di sana mama dan papa sedang duduk bersebelahan.Aku berjalan mendekati mereka.

”Yeon Na, mama dan papa memutuskan kembali bersama lagi.Tapi kita akan memulai hidup baru di Amerika.Kamu  mau kan tinggal bersama kami lagi?” tanya mamaku.

Air mata sudah mengalir di pipiku.”Tentu saja aku mau.Dari dulu aku ingin kita bisa bersama lagi seperti sebelum kalian berpisah.” isakku.”Kalau begitu hari ini kamu siap-siap, karena besok kita berangkat ke Amerika.Sisa barangmu bisa dikirim.” ”Hah!!Besok!!Kok begitu terburu-buru?” ”Ayahmu  minggu depan repot, jadi dia ingin secepatnya.Kamu keberatan?” ”Aniyo.Tidak apa-apa kok.Kalau begitu aku siap-siap dulu ya!” kataku sambil belari menuju kamarku.

Memang, aku senang karena papa dan mama bisa bersama lagi.Tapi, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang membuat hatiku kacau.Lalu aku  memandang boneka anjing pemberian Se Hun.Apa karena besok aku tidak bisa bertemu Se Hun lagi, sekarang perasaanku kacau?Tidak, tidak boleh.Aku harus senang sekarang karena setelah sekian lama aku memiliki keluarga yang utuh lagi.

****

          ”Kamsahamnida, soengsenim.” kataku sambil menutup ruang rektor.”Lho, Yeon Na? Ngapain kamu di ruang rektor?” kata seseorang.Saat kubalikan badan kulihat Baek Hyun belari ke arahku.” ”Kamu temannya Se Hun kan?Tolong sampaikan  ke Se Hun kalau aku tidak bisa bertemu dengan dia lagi karena aku pindah ke Amerika.” ”Hah?!Kok mendadak sekali?Kapan kamu pindah?” ”Hari ini..Aaah maaf aku terburu-buru ke bandara.” kataku sambil belari pergi meninggalkan Bek Hyun yang kebingungan.Begitu keluar dari halaman kampus, orang tuaku sudah menunggu di taksi dan kami pun pergi ke halte bus khusus untuk ke bandara.

****

Se Hun POV

”Se Hun!Se Hun!Gawat, Yeon Na!” kata Baek Hyun sambil datang kepadaku dengan panik.”Kenapa?! Yeon Na, kenapa?!” teriakku sambil mengguncang badannya.”Hari ini dia pindah ke Amerika.Tadi dia memintaku untuk memberitahumu kalo dia nggak bisa menemuimu lagi.”

Kejadian ini mirip seperti 8 tahun yang lau.Yeon Na pergi begitu saja dari hadapanku.”Aku akan mengejarnya.Kapan dia pergi?” ”Baru 5 menit yang lalu.” ”Kai, aku pinjam sepeda motormu.” ”Nih kuncinya.Cepetan kejar!” kata Kai sereya melemparkan kunci ke arahku.

Aku langsung belari ke parkiran dan menyalakan sepeda motor Kai.”Semoga masih sempat.” batinku dalam hati.

****

          Aku sudah tidak tahu berapa kali aku menerobos lampu merah atau berapa kali klakson berbunyi nyaring menperingatkanku, di pikiranku hanya ada Yeon Na.Kenapa dia selalu pergi meninggalkanku?Baru saja aku bertemu dengannya, tapi sekarang kami harus berpisah lagi.Aku tidak akan pernah melepaskannya sekarang.Dia akan selalu di sisiku sampai kapan pun.

Saat aku sudah hampir sampai di halte bis itu, ternyata bis sudah berangkat.Aku langsung menambah kecepatanku.Setelah beberapa saat aku akhirnya berhasil menyamai kecepatanku dengan bis itu.Aku melihat Yeon Na duduk di dekat jendela.Aku lalu memukul-mukul badan bis itu untuk memberitahunya.Awalnya dia tidak melihat, tetapi setelah aku melambaikan tangan dan mulai memukul-mukul lagi untuk kedua kalinya, ia akhirnya melihatku.Wajahnya menggambarkan keterkejutannya, namun dia buru-buru menutup jendela itu dengan boneka anjing yang aku beri.

Aku menjadi kesal.Aku menambah kecepatan lalu mendahului bis itu dan langsung mebelokkan sepeda motorku untuk menghalangi jalannya bis itu.Kalau saja bis itu tidak lebih cepat mengerem, tentu saja aku akan ditabrak, tapi bis berhenti tepat di depan wajahku.

****

Yeon Na POV

”CKIIT..” bis mengerem mendadak, membuat kepalaku terbentur ke kursi depanku.Gila, masak dia ketabrak?Tuhan, jangan sampai dia mati doaku dalam hati.

Tiba-tiba pintu bis terbuka dan kulihat Se Hun masuk sambil melihat ke sekeliling bis.Aku langsung menutupi wajahku dengan boneka anjing.”Yeon Na, kenapa kamu selalu meninggalkanku?Aku tidak akan membiarkanmu pergi.” katanya dengan suara keras sambil menarik tanganku dan menuntunku turun dari bis.Penumpang lain langsung menyorakki kami, menbuat wajahku merah setengah mati.

Lalu aku menoleh ke arah orang tuaku.Mama hanya tersenyum yang kuartikan sebagai senyum yang mengijinkan.Ayah melihat dengan wajah siap memakan Se Hun jika tidak di tahan oleh mama.

****

          Se Hun mengajakku ke sebuah taman di dekat halte.Selama perjalan dia hanya diam saja.Tangannya terasa basah oleh keringat.Dia pasti mengejarku sampai keringetan kayak gini.

Sesampainnya di depan sebuah danau buatan, dia langsung berbalik ke arahku.Tidak ada lagi senyum yang menghiasi wajahnya.

”Kenapa kamu pergi meninggalkanku hah?!” bentaknya kepadaku sambil memegang pundakku.Aku hanya diam.Lalu dia mengeluarkan hpnya.”Kamu tahu dulu kamu juga pergi begitu saja, meninggalkanku sendiri.Selama 8 tahun ini aku selalu mencarimu.Hanya ini yang aku milikki darimu yang dapat aku jaga.Sekarang setelah aku menemukanmu, kamu mau menhilang lagi?Jangan bercanda Yeon Na, aku tidak akan pernah melepaskanmu.” katanya sambil memperlihatkan gantungan pita itu.

8 tahun?Selama itu dia mencariku?Aku ingat sekarang, disaat hari terakhirku sebelum pindah aku kehilangan pita biru pasangan pitaku.Ternyata itu ada di Se Hun.

”Tapi itu bukannya punya cewek yang kamu sukai?” ”Itu kamu Yeon Na.Saat itu aku sedang kesal, kenapa kamu menyukai cowok lain?Tapi sekarang tidak peduli kamu menyukai orang lain, aku akan tetap meyukaimu.Sampai kapan pun.”

Aku hanya bisa diam mendengar semua penjelasannya.”Kamu mau kan menerimaku? Aku yakin aku akan selalu membuatmu bahagia dan merasa nyaman jika bersamaku.Seperti perkataanku waktu itu.” lanjutnya dengan wajah memohon.

Tiba-tiba hpku bergetar.Saat kulihat, ternyata mama meneleponku. Aku langsung mengangkatnya.”Mama?Maaf mama, aku akan susul mama ke bandara.Tunggu sebentar ya ma.” ”Kamu tidak perlu kok nyusul mama ke bandara.” ”Lho?Kenapa?” ”Jujur, mama ingin sekali kita bisa kembali bersama seperti dulu.Tapi mama lebih ingin kita bahagia.Jika memang kebahagianmu bukan bersama kami, mama juga tidak masalah.Jadi, kalo kamu tidak ingin ikut kami ke Amerika, mama tidak akan mempermasalahkan.Tapi begitu mama mendengar dia sampai menyakitimu, mama akan langsung membawamu ke Amerika.”

Aku terkejut mendengar perkataan mama.Lalu aku melihat ke arah Se Hun.Dia melihatku dengan wajah yang tidak dapat ditebak.Aku tahu dia pasti bingung memilih apakah dia harus menahanku disini atau membiarkaku pergi ke Amerika?Karena dia tahu aku sangat ingin bisa kembali bersama orang tuaku.Tapi aku tahu dia juga pasti sangat sedih kalau aku pergi.

”Mama, maaf aku tidak bisa ikut kalian.” ”Nggak papa kok.Sudah ya.Pesawatnya sebentar lagi mau datang.Bye.” kata mamaku lau menutup teleponnya.Lalu aku tersenyum ke arah Se Hun.”Mamaku bilang..” aku diam sesaat untuk melihat wajahnya yang menjadi tegang.”Aku diijinkan untuk tetap tinggal di Korea.” kelegaan luar biasa terpancar dari wajahnya.”Dan aku mau selalu disisimu seperti keinginanmu.”

Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya.”Gomawo, jeongmal gomawo.” katanya sambil memelukku erat-erat.Aku tersenyum dan membalas pelukannya.Dialah yang telah membuatku tidak takut lagi akan cinta.Yang membuatku mengerti arti cinta dan juga mengembalikan kepercayaanku.Tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya, mengingat begitu besar yang telah ia berikan kepadaku.

****

          ”Se Hun, kamu tahu nggak, cowok yang waktu SMP dulu aku sukai namanya juga sama sepertimu.” ”Oh ya?” ”Ya.Cuma aku lupa nama lengkapnya.Tapi daripada aku mengejar hal yang belum pasti, lebih baik aku menerima hal yang sudah pasti kan?” kataku sambil tersenyum kepadanya.Dia hanya tersenyum lalu mencondongkan tubuhnya dan menciumku.

****

8 tahun yang lalu.

Author POV

Seorang anak perempuan melompat-lompat berusaha menggapai pita birunya yang tersangkut di ranting pohon karena tertiup angin.Lalu tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil pita itu dan memberikan kepadanya.”Nih pitamu.Jangan sampai lepas lagi.” katanya sambil tersenyum lalu pergi ke arah teman-temannya lagi.

”Yeon Na, ngapain kamu?” ”Ah nggak pitaku nyangkut terus ditolong anak itu.Siapa ya namanya?Aku lupa ngucapin terima kasih.” ”Ah, itu Se Hun.Akh sudahlah, yuk ke kantin.”

”Hahaha, Se Hun PDKT.” kata teman-teman Se Hun ketika ia berlari mendekati mereka”Dasar Oh Se Hun.Baru masuk sudah cari cewek.” ”Tapi kayaknya aku suka sama cewek itu.Ok, bagaimana pun caranya, aku akan mendapatkannya.Aku harus mendapatkannya. Hwaiting!!” katanya bersemangat.

CHOROP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s