30 Days Promise

30 Day Promise

Title                       : 30 Days Promise

Author                  : Kim Na Na

Genre                   : Romance, fluff, sad

Length                  : Oneshot

Main Cast            : Oh Se Hun (EXO-K)

Hwang Kyu Ri (oc)

Other Cast          : Suho (EXO-K)

Kris (EXO-M)

Author Note      : Hai author Na Na is back setelah hiatus cukup lama karena harus UNAS. Dan sekarang UNAS sudah selesai berarti bebas bikin ff sebanyak apa pun. Mianhae kalau banyak typo dan ceritanya gaje karena sudah lama tidak menulis FF. Tapi tetep RCL. Ok langsung saja baca.

Se Hun POV

“Hwang Kyu Ri, waktumu di dunia ini tinggal 30 hari lagi.” kataku pada seorang yeoja yang tampak terbaring lemah. “30 hari lagi ya?” katanya sambil tersenyum tapi aku dapat melihat kesedihan di matanya. “Aku boleh meminta sesuatu?” tanyanya sambil tersenyum padaku.

**&**

                “Wah Se Hunnie datang lagi!” seru Kyu Ri omma. “Ne. Kyu Ri dimana?” tanyaku. “Dia ada di kamarnya. Kamu langsung naik saja. Nanti ajummeonim bawakan kue untukmu ke atas.” kata Kyu Ri omma lalu menghilang ke dapur. “Kamsahamnida.” seruku ke arah dapur.

Aku menaiki tangga dan langsung menuju ke sebuah kamar. Aku mengetuk pintu kayu berwarna putih itu pelan. “Kyu Ri-a aku masuk ya.” kataku lalu membuka pintu itu. “Wah oppa sudah datang. Oppa hari ini syalnya sudah jadi. Sini aku tunjukan.” kata seorang yeoja yang duduk di tempat tidur sambil memberikan isyarat agar aku mendekat.

“Oppa tumben hari ini datang terlambat. Aku pikir hari ini tidak akan datang.” katanya kesal. “Mana mungkin aku tidak datang. Aku kan sudah berjanji padamu akan selalu menemanimu.” kataku sambil mengacak pelan rambutnya.

Ya, aku adalah malaikat pengabar kematian yang 10 hari lalu datang untuk mengabarkan kematian pada seorang yeoja bernama Hwang Kyu Ri. Kyu Ri yang sejak kecil memiliki kelainan jantung akan meninggal 20 hari lagi. Tapi saat aku memberitahunya bahwa waktu kematiannya semakin dekat dia malah memintaku untuk menemaninya hingga dia meninggal. Entah kenapa saat itu aku mengiyakan saja permintaannya. Mungkin karena baru kali ini ada seseorang yang tidak takut padaku.

Selama ini malaikat pengabar kematian adalah mahkluk yang paling ditakuti oleh manusia. Mana ada orang yang ingin meninggal jika tidak terpaksa. Keberadaan kami pastilah dianggap sebagai pembawa kesialan bagi manusia. Tapi yeoja bernama Hwang Kyu Ri ini malah memintaku untuk menemaninya.

**&**

“Nah minum obatnya lalu tidur ya.” kataku sambil memberinya obat. Setelah dia selesai meminum obatnya, aku membaringkannya ke tempat tidur dan merapikan selimutnya. “Gomawo untuk hari ini oppa.” katanya sambil tersenyum. “Aku yang harusnya berterima kasih karena sudah kamu buatkan syal.” kataku sambil mengusapa rambutnya. Dia hanya tertawa. “Jalja. Annyeonghi jumuseyo.” kataku lalu berjalan keluar kamarnya.

“Kyu Ri sudah tidur?” tanya Kyu Ri omma saat aku turun dari kamar Kyu Ri. “Ne.” kataku sambil tersenyum. “Gomawo kamu sudah mau mengunjunginya setiap hari. Selama ini karena penyakitnya Kyu Ri hampir tidak memiliki teman. Baru kali ini ada teman yang mau menjenguknya setiap hari.” kata Kyu Ri omma kepadaku.

Aku hanya bisa terdiam. Andai saja dia tahu kalau aku yang akan memisahkannya dengan Kyu Ri selamanya, apa dia masih bisa tersenyum seperti itu? Aku hanya tersenyum lalu berpamitan pulang. Kasihan sekali keluarga itu. Lama tidak memiliki anak, sekarang anak satu-satunya malah akan pergi.

Tapi meskipun aku berkata kasihan tapi aku juga harus tetap mengambil Kyu Ri. Sudah tugasku untuk membawanya ke surga. Mungkin karena itu malaikat kematian dianggap sebagai mahkluk yang tidak memiliki hati. Kami pun juga sebenarnya tidak boleh memiliki hubungan langsung dengan orang yang akan kita bawa. Aku bisa kena hukuman. Tapi aku tidak bisa menolak permohonan  Kyu Ri saat itu. Kenapa harus ada aturan seperti itu.

**&**

“Oppa aku  bosan didalam rumah terus.” kata Kyu Ri padaku. Ini hari ke 15 berarti tinggal 15 hari lagi aku menemani Kyu Ri. Semoga saja aku tidak akan ketahuan hingga selesai membawa Kyu Ri ke surga. “Iya juga ya. Ini kan musim semi. Apalagi aku lihat kemarin bunga mae bermekaran.” kataku sambil membuka jendela kamar Kyu Ri. “Jinjayo?” tanyanya bersemangat. “Eung. Ah! Bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan di taman, eotte?” ajakku. “Mau! Tapi omma pasti tidak mengijinkan.” katanya murung, membuatku tidak tega. “Baiklah. Aku akan coba bujuk ommamu.” kataku sambil berjalan keluar kamar Kyu Ri. “Oppa hwaitting!” seru Kyu Ri.

“Ajummeonim, aku boleh mengajak Kyu Ri jalan-jalan ke taman?” tanyaku pada Kyu Ri omma. Kyu Ri omma tampak berpikir sejenak lalu berkata “Boleh.” “Jinja?” tanyaku tidak percaya. “Asal dia tidak terlalu banyak berjalan, tidak masalah.” kata Kyu Ri omma. “Tenang saja hari ini aku bawa sepeda jadi Kyu Ri tidak akan terlalu banyak berjalan.” kataku semangat. “Kalau begitu tidak ada yang perlu ajumma khawatirkan. Ayo segera ajak Kyu Ri keluar. Dia pasti senang.” kata Kyu Ri omma sambil tersenyun. “Kamsahamnida.” kataku sambil membungkuk lalu segera naik kembali ke kamar Kyu Ri.

“Ommamu mengijinkan asal kamu tidak terlalu banyak berjalan.” kataku padanya. “Jinja? Yee! Gomawo oppa.” serunya. Kami lalu bersiap-siap. Tidak boleh sampi ada obat Kyu Ri yang lupa. Lalu kami pun turun ke bawah.

“Silahkan Gongju.” kataku sambil mempersilakannya naik ke sepedaku. Dia lalu duduk di boncengan. “Siap. Pegangan ya. Hana, dul, set go!” seruku sambil mengayuh sepeda dengan cepat. Kami melewati jalan dibelakang rumah Kyu Ri. Karena meskipun lebih lama tapi pemandangan di sana indah karena ada barisan pohon mae.

“Kyeopta.” gumam Kyu Ri ketika melihat bunga mae yang berguguran. “Oppa bunga mae ini sama sepertiku. Dia hanya bisa mekar sesaat lalu akhirnya gugur.” kata Kyu Ri sambil mengulurkan tangannya menangkap kelopak bunga mae yang berguguran. “Tapi aku suka bunga mae. Meskipun saat berguguran ia tetap indah. Membuat setiap orang yang melihatnya merasa bahagia. Aku juga ingin seperti itu. Meskipun aku nanti sudah tidak ada tapi aku berharap masih dapat membawa kebahagian bagi appa dan omma. Jika aku pergi, omma tidak perlu repot mengurusiku lagi. Appa juga tidak perlu susah payah mencari uang untuk pengobatanku.” katanya.

“Pabo. Mana ada orang yang bahagia jika orang yang disayanginya pergi. Semua orang pasti sedih kalau tidak akan pernah melihat lagi orang yang mereka sayangi.” kataku pada akhirnya setelah sempat diam karena perkataanya itu. “Iya juga ya. Omma dan appa pasti sedih. Dasar Kyu Ri pabo.” katanya. Aku dapat mendengar kesedihan dalam nadanya. “Tapi kita pasti selalu mengingat orang itu sebagai kenangan yang membahagiakan sehingga orang itu akan selalu hidup di hati kita.” lanjutku berusaha menghiburnya.

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu membuat punggungku basah. Saat aku menoleh kebelakang dia tertunduk, sepertinya menangis. “Uljimma. Kalau menagis aku akan memperpendek umurmu.” kataku. “Andwe. Lagipula aku tidak menagis kok.” katanya berusaha tegar. Aku tersenyum melihat kelakuannya.

Kami hanya diam menikmati pohon mae yang berderet. Ketika pohon mae mulai jarang dan memperlihatkan langit biru Kyu Ri bertanya lagi. “Oppa surga itu seperti apa?” tanyanya sambil memandang langit. “Kenapa bertanya seperti itu?” tanyaku yang sebenarnya bingung mau menjawab apa. “Aku ingin tahu saja bagaimana tempat yang akan menjadi tempat tinggalku untuk selamanya itu.” katanya.

“Surga itu indah. Tidak ada kesakitan. Tidak ada ketakutan. Hanya ada kehangatan dan kebahagian. Aku yakin kamu pasti betah disana.” kataku. “Apa aku bisa bertemu denganmu lagi disana?” tanyanya lagi. “Mungkin.” jawabku seadanya. Sepertinya dia mau bertanya lagi tapi aku langsung menyela dengan mengatakan bahwa kami sudah sampai. “Ayo aku gendong saja agar kamu tidak perlu berjalan.” kataku sambil menaikkannya ke punggungku.

Aku tidak suka dengan pertanyaanya. Seakan dia akan pergi begitu saja. Memang waktunya hanya tinggal 15 hari lagi, tapi seharusnya dia tidak perlu seperti itu. Aku ingin dia tetap kuat dan tersenyum hingga terakhir.

Saat kami sedang menikmati taman tiba-tiba terdengar bunyi lonceng gereja. “Lho disini ada gereja?” tanyanya. “Ada. Itu di sana. Memang bukan gereja besar sih. Aku tahu karena ada temanku yang bekerja di sana sebagai pendeta. Mau lihat? Lagi pula ini bukan bulan purnama.” tawarku. “Mau! Kajja, ppali, ppali.” katanya riang. “Tapi memang kenapa kalau bulan purnama?” tanyanya penasaran. “Ani. Hana, dul, set go!” seruku sambil berlari.

Tidak perlu waktu lama, kami sudah sampai di depan gereja. Ternyata sedang ada acara pernikahan karena kami melihat 2 orang mempelai berjalan menuruni tangga gereja. “Wah pengantin wanitanya cantik sekali. Dia pasti bahagia bisa bersama dengan orang yang dia cintai. Aku jadi teringat impianku saat masih kecil.” katanya. “Memang apa impianmu?” tanyaku penasaran. “Ingin menjadi seorang pengantin. Mengenakan gaun yang indah dan berjalan disamping orang yang kucintai. Tapi pasti tidak mungkin terwujud. Siapa yang mau menikah dengan yeoja yang umurnya hanya 15 hari lagi.” katanya sambil tertawa pahit.

Aku baru akan menjawab saat kerumunan orang itu menjadi riuh. “Wah sepertinya acara lempar bunga. Kamu mau mencoba. Mungkin kamu bisa dapat.” kataku sambil berlari menggendong Kyu Ri mendekati kerumunan. “Memang tidak apa? Kita kan bukan tamu undangan.” katanya panik. “Tidak masalah. Ayo tangkap!” seruku saat kedua mempelai melempar buket bunga. Kyu Ri mengulurkan tangannya. Dan dengan sedikit bantuan angin yang kukeluarkan tanpa sepengetahuan Kyu Ri, akhirnya buket bunga itu jatuh di telapak tangan Kyu Ri.

“Oppa aku dapat.” serunya bahagia. “Berarti impianmu sebentar lagi terwujud.” kataku sambil tersenyum. “Meuseum seoriyeyo?” tanyanya bingung. “Rahasia.” kataku sambil tersenyum jahil.

**&**

“Oppa hari ini rasanya dadaku sesak karena bahagia. Banyak sekali perasaan yang belum kurasakan sebelumnya yang aku rasakan hari ini. Gomawo.” kata Kyu Ri yang sudah kembali berbaring ditempat tidurnya. “Chomaneyo. Sudah kubilang jangan menangis. Nanti umurmu kuperpendek.” kataku sambil menghapus genangan air mata yang sudah mengenangi pelupuk mata Kyu Ri. “Hehehe. Tapi aku kan tidak tahu apa bisa merasakan seperti hari ini lagi.” katanya sambil tersenyum. “Pasti bisa. Sudah cepat tidur sana. Hari ini kamu pasti lelah.” kataku sambil merapikan selimutnya. “Mana mungkin. Aku kan selalu kamu gendong jadi tidak mungkin aku lelah. Tapi aku memang mengantuk.” katanya sambil memejamkan mata. “Jalljayo. Annyeonghi jumuseyo.” kataku lalu berdiri dari tempat tidurnya.

Sebelum keluar dari kamar Kyu Ri, aku melihat ke arah buket bunga yang dia letakan disamping tempat tidur. Untung pasangan tadi berbaik hati mau memberikan buket bunga itu pada Kyu Ri . Aku tersenyum lalu melihat ke arah kalender. Tepat 7 hari setelah hari ini ternyata bukan bulan purnama. Baiklah berarti aku bisa melaksanakan kejutan itu, batinku semangat.

**&**

“Oppa, memang kita mau ke mana? Kenapa mataku harus ditutup?” kata Kyu Ri kebingungan. “Sudahlah sebentar lagi kamu juga akan tahu.” kataku. “Tadaaa..” kataku sambil membuka penutup mata Kyu Ri. Aku bisa melihat keterkejutan di matanya karena melihat gereja yang sudah kuhias penuh dengan bunga. Aku sudah mempersiapkan sebuah pesta pernikahan yang sederhana khusus untuknya.

“Ini semua untukmu. Meskipun aku bukan orang yang kamu cintai tapi aku ingin mengabulkan permohonanmu. Mianhae.” kataku. Tiba-tiba dia langsung memelukku, membuat aku sedikit terhuyung kebelakang. “Gomawo. Jeongmal gomawao. Aku sangat bahagia.” katanya sambil sesenggukan. “Uljimma nanti umurmu yang sudah pendek akan aku perpendek lagi.” kataku sambil membelai punggungnya.

“Tapi bagaimana dengan gaunnya?” tanya Kyu Ri sambil melepaskan pelukannya. “Tenang saja. Hana, dul, set.” kataku sambil menjentikkan jari. “Sekarang kamu lihat kecermin di sana.” kataku sambil menujuk sebuah cermin di pojok ruangan. “Wua.. yeppuda.” katanya setelah melihat bayangannya di cermin. Dia melihat seorang yeoja cantik yang berbalut gaun pengantin berwarna putih di cermin. “Eotte?” tanyaku. “Nan johae. Waa..” katanya setelah berbalik  melihatku memakai jas yang serasi dengan gaunnya. Dia lalu mengacungkan kedua ibu jarinya dan kami berdua tertawa bersama.

“Jja kita segera temui Suho hyung.” kataku sambil menarik pergelangan tangannya. “Siapa itu?” tanyanya. “Dia itu malaikat yang lebih senang tinggal di bumi lalu menjadi pendeta. Kan aku pernah bilang aku memiliki teman di gereja ini. Nah dia yang akan bertugas memberkati kita.” kataku. Dia hanya mengangguk saja.

“Hyung, kami sudah siap.” kataku pada orang yang berada di balik altar. “Wah kalian serasi sekali. Tapi Se Hun, apa benar tidak apa-apa?” tanya Suho hyung padaku dengan wajah khawatir. “Aish sudahlah hyung. Hyung segera mulai saja acara pemberkatannya.” kataku tidak sabar.

“Saudara Oh Se Hun bersediakah anda mencintai dan menjaga saudari Hwang Kyu Ri selamanya. Baik saat senang maupun duka, sehat maupun sakit hingga ajal yang memisahkan?” tanya Suho hyung. “Saya bersedia.” kataku mantap sambil megenggam tangan Kyu Ri. “Saudari Hwang Kyu Ri bersediakah anda mencintai dan menjaga saudara Oh Se Hun selamanya. Baik saat senang maupun duka, sehat maupun sakit hingga ajal yang memisahkan?” tanya Suho hyung pada Kyu Ri. “Saya bersedia.” kata Kyu Ri sambil tersenyum ke arahku. “Baiklah sekarang saya sebagai pendeta telah mengesahkan anda sebagai sepasang suami istri di hadapan Tuhan. Sekarang saudara Oh Se Hun dipersilahkan mencium mempelai wanita.” kata Suho hyung lagi.

Aku lalu berbalik menghadap Kyu Ri. Dia menunjuk ke arah pipinya, member isyarat agar aku mencium di bagian itu saja. Aku tersenyum lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya sambil memejamkan mataku begitu juga Kyu Ri. Tinggal sedikit  lagi hingga bibir kami bertemu ketika tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sangat kukenal. “Suho, kamu ada?” seru orang itu. “Kris hyung!” seru Suho hyung terkejut karena kedatangan mendadak Kris hyung. Aku pun terkejut karena seingatku ini belum bulan purnama jadi tidak mungkin ada malaikat yang turun ke bumi kecuali ada tugas khusus. Sial, kenapa disaat seperti ini malah harus datang orang yang paling aku hindari. Habislah aku sekarang.

“Ah mianhae, kamu sedang melakukan pemberkatan. Siapa yang menikah? Kenapa tidak ada tamu yang datang? Tapi rasanya aku kenal dengan orang itu.” kata Kris hyung sambil berjalan ke arahku. Aku akhirnya membalikkan badan, siap untuk menghadapi kemarahan Kris hyung. “Hyung, annyeong.” kataku sambil tersenyum dipaksakan.

**&**

Kyu Ri POV

“Hyung, annyeong.” kata Se Hun sambil tersenyum yang aku tahu pasti dia paksakan. “Nuguya?” bisikku kepada Se Hun. “Dia Kris, ketua tim kami.” kata Se Hun. Aku dapat merasakan kekhawatiran diwajahnya. “Se Hun apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu menikah? Kamu tahu kan seorang malaikat tidak boleh menikah!” bentak orang yang bernama Kris itu kepada Se Hun. Se Hun hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Lagipula yeoja ini..” kata Kris sambil mengamatiku. “Hyung, akan kujelaskan tapi tidak disini.” kata Se Hun menyela perkataan Kris. “Baiklah.” kata Kris lalu mereka bertiga menghilang di ruangan kecil di belakang altar.

Aku berjalan mendakati pintu itu dan mendapati ternyata pintu tidak tertutup rapat. Aku mencoba untuk mengintip apa yang mereka bicarakan.

“Sekarang apa penjelasanmu? Kamu tahu kan umur yeoja itu hanya hitungan hari lagi, kenapa kamu masih tetap bersamanya?” kata Kris. “Arasseo. Karena itu aku bersamanya. Aku telah berjanji agar menemaninya hingga dia meninggal.” kata Se Hun.

Aku merasa dadaku sakit mendengar perkataan Se Hun. Aku terlalu bahagia hingga lupa bahwa dia hanya menemaniku, bukan karena dia menyukaiku sama seperti aku menyukainya.

“Kita tidak boleh berhubungan langsung dengan orang yang akan kita bawa. Rasanya aku sudah mengingatkanmu, tapi masih saja kamu langgar.” bentak Kris. “Aku tahu peraturan itu. Aku mendengarnya dengan jelas berulang kali. Tapi aku tidak mengerti kenapa peraturan itu harus ada?” bentak sehun kepada Kris.

“Peraturan itu dibuat agar kita tidak memilki ikatan batin dengan orang yang akan kita bawa. Bayangkan jika kamu sekarang harus mengambil nyawa yeoja itu apakah kamu akan tega? Aku yakin kamu tidak akan tega karena aku tahu kamu menyukainya. Kamu pasti akan menagis dan itu adalah kesalahan terbesar bagi para malaikat.” jelas Suho.

Aku bisa melihat Se Hun mengepalkan tangannya menahan rasa marah. “Aku tidak akan menangis juga tidak akan pernah menyukainya.” kata Se Hun dengan nada dingin. Aku tanpa sengaja menjatuhkan karangan bunga yang kupegang. Aku tidak pernah mendengar nadanya sedingin itu. Tidak akan pernah menyukaiku? Berarti dia tidak akan pernah menerima perasaanku.

“Mianhae, aku akan pergi sekarang. Se Hun gomawo karena mau menemaniku selama ini.” kataku saat semua melihat kearahku. Aku menunduk lalu langsung berlari pergi sebelum air mataku tidak dapat aku tahan. Aku sedang menuruni tangga gereja ketika Se Hun mengejarku lalu langsung menaikanku ke atas punggungnya.

“Turunkan aku! Se Hun turunkan aku!” bentaku sambil memukul bahunya. “Aku sudah berjanji pada ommamu kamu tidak akan terlalu banyak berjalan.” katanya sambil tetap menggendongku menyusuri jalanan pulang. “Se Hun banyak orang yang melihat. Aku malu. Ayo turunkan aku.” kataku lagi.

“Tidak akan lagipula siapa suruh kamu pergi begitu saja dari gereja. Kyu Ri-a, aku tadi berbicara seperti itu agar Kris hyung tidak mengomeliku lagi. Enak saja dia mengacaukan semua rencanaku. Awas nanti kalau aku bertemu dengannya lagi. Kyu Ri-a aku akan menemanimu hingga kamu meninggal. Aku akan selalu membuatmu bahagia hingga saat terakhirmu. Dan kamu harus tahu, aku pasti akan sangat sedih jika kamu pergi. Jadi jangan kamu masukan ke dalam hati perkataanku tadi.” katanya sambil mengalungkan lenganku ke lehernya. Aku hanya bisa menangis di pundaknya. Se Hun bolehkah aku berharap hingga saat terakhirku?

**&**

“Nah sudah sampai. Sebentar, aku harus mengembalikanmu seperti sebelum pernikahan. Ommamu pasti kaget kalau melihatmu memakai gaun pengantin seperti ini.” katanya sambil menurunkanku dari punggungnya. “Chakaman, jangan dikembalikan dulu ayo kita foto sebagai kenangan.” kataku sambil menahan lengannya. “Baiklah.” katanya. Aku lalu membawanya ke ayunan yang ada di halaman rumahku. “Oppa duduk di sini.” kataku sambil menepuk tempat yang ada disebelahku. “Hehehe akhirnya kamu mau memenggilku oppa lagi.” kata Se Hun sambil duduk disebelahku. Aku lalu mengeluarkan handphoneku. “Siap. Hana, dul, set kimchi.” seruku lalu menekan tombol capture. Merekam senyum bahagia kami berdua. Semoga kami bisa selamanya seperti ini. Jika kami tidak bisa bersama di dunia ini kami masih bisa bersama di sana. Di surga, tempat yang tidak pernah ada kesedihan dan kesakitan.

**&**

Se Hun POV

Aku berjalan pulang menuju ke gereja. Karena selama 30 hari aku tidak bisa pulang kembali ke surga, aku akhirnya menginap di gereja Suho hyung. Aku berjalan sambil mengamati bunga mae yang berguguguran. Jika di siang hari bunga mae terlihat indah dan membawa perasaan hangat, tapi jika malam hari terlihat seperti air mata.

Aku kembali teringat pertengkaran tadi siang. Tapi memang aku yang sekarang tidak mampu membawa Kyu Ri. Entah sejak kapan senyuman Kyu Ri tidak bisa lepas dari pikiranku. Apa mungkin aku menyukai Kyu Ri yang selalu tersenyum itu?

Aish, itu tidak boleh Oh Se Hun. Kamu tidak boleh menyukainya. AKu lalu kembali melihat ke arah bunga mae yang berguguran bagai air mata, sama seperti perasaanku sekarang.

Haah.. kenapa kami harus bertemu dalam keadaan seperti ini. Jika saja kami bertemu dalam keadaan lain, mungkinkah kami bisa selalu bersama? Semoga jika Kyu Ri terlahir kembali, aku dapat kembali bersamanya sebagai manusia biasa. Tidak terikat dengan peraturan-peraturan ini lagi.

“Hyung, aku pulang!” seruku sesampainya di gereja. Aku melihat Suho hyung berbicara dengan Kris hyung. “Se Hun hari ini hari terakhirmu bersama yeoja itu. Mulai besok kamu tidak boleh bertemu dengannya. Baru ketika kamu mau membawanya saja kamu boleh bertemu dengannya, arachi?” kata Kris hyung saat aku melewatinya. “Wae?! Aku kan sudah mengatakan aku tidak mungkin jatuh cinta padanya!” teriakku. “Se Hun turuti perkataanku. Kamu tahukan apa hukuman bagi malaikat yang melawan? Apa kamu sudah tidak ingin di surga lagi?” kata Kris hyung sinis.

Aku hanya bisa mengepalkan tanganku menahan amarah, aku tahu tidak mungkin melawan Kris hyung. Kyu Ri-a, mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku.

**&**

Kyu Ri POV

Sudah 5 hari Se Hun tidak datang menemaniku lagi. Mungkin orang yang bernama Kris itu melarangnya datang menemuiku lagi. Padahal waktuku semakin sedikit, tapi dia malah tidak ada disampingku. Aku melihat foto kami berdua. “Se Hun, aku takut. Waktuku hanya tinggal 2 hari lagi. Akhirnya aku menyadari arti keberadaanmu. Nan jeongmal bogoshipoyo.” kataku sambil menitikan air mata.

Tiba-tiba aku merasa dadaku sangat sesak. Seakan semua udara dikeluarkan secara paksa dari paru-paruku. “Se Hun…” ucapku lirih lalu sekelilingku berubah menjadi gelap.

**&**

“Kyu Ri-a, Hwang Kyu Ri, ireona.” aku bisa mendengar seseorang memanggil namaku. Aku berusaha mengumpulkan kesadaranku. “Hwang Kyu Ri. ireona.” kata orang itu lagi. Akhirnya aku berhasil membuka mataku. Ternyata orang itu Se Hun. Tapi kali ini ada sepasang sayap putih di punggungnya, berarti dia datang untuk membawaku

“Oppa sayap oppa ternyata seindah ini, apa itu berarti oppa datang untuk membawaku?” kataku lemah. Sepertinya Se Hun menggelengkan kepalanya, tapi aku tidak mampu melihat jelas karena air mata membuat mataku buram. Aku dapat merasakan Se Hun menggengam tanganku

“Oppa selama oppa tidak datang aku merasa takut. Takut akan kematian yang akan datang menjemputku. Tapi akhirnya aku tahu satu hal. Selama ini aku tidak takut meskipun kematian semakin dekat itu karena oppa. Oppa selalu membuatku tersenyum dan bahagia, dan itu semua membuatku mampu melupakan rasa takut itu. Aku merasa oppa menunjukkan kepadaku seperti apa surga itu selama 30 hari ini. Benar-benar hanya ada kebahagian dan kehangatan. Nan jeongmal haengbokaeyo. Oppa gomawo tto saranghae. Hehehe akhirnya bisa kukatakan sebelum aku pergi. Oppa, sekarang oppa bisa membawaku. Dengan begitu oppa bisa menyelesaikan tugas ini.” kataku sambil kembali memejamkan mataku menunggu Se Hun mengambil nyawaku.

**&**

Se Hun POV

Saranghae?, batinku tidak percaya. “Jangan bercanda Kyu Ri-a. Setelah kamu mengatakan itu semua kamu mau pergi meninggalkanku begitu saja. Paling tidak dengarkan jawabanku dulu. Hwang Kyu Ri ireona.” kataku yang panik dan bingung dengan semua. perkataan Kyu Ri tadi. Aku mengguncang tubuh Kyu Ri tapi dia sama sekali tidak membuka matanya.

Tiba-tiba aku melihat garis di alat penunjuk detak jantung semakin tidak satabil. Napas Kyu Ri pun semakin pendek. “Kenapa ini? Aku kan belum mengambil nyawanya?” kataku kebingungan. “Aku yang melakukan.” kata seseorang di belakangku. Saat aku membalikan badan aku dapat melihat Kris hyung sudah ada di ruangan ini.

“Sudah aku katakan jangan pernah berhubungan secara langsung dengan orang yang akan kamu bawa. Kamu pasti tidak akan mampu membawanya. Kamu tidak percaya dan berkata kamu tidak mungkin menyukainya. Sekarang kalau aku mengatakan itu semua bohong, aku tidak salah kan?” kata Kris hyung sambil tertawa sinis.

Aku hanya bisa menggertakan gigi mendengar hinaan Kris hyung. “Ya itu semua memang hanya kebohongan saja. Aku sekarang menyukainya dan tidak ingin dia pergi.” kataku sambil kembali membalikkan badan ke Kyu Ri.

“Kyu Ri-a, nado saranghae. Jukjima, kajima, nottemune nae jongug. (Jangan mati, jangan pergi karena kamulah surgaku.)” kataku lalu menyatukan bibir kami berdua. Aku sudah tidak peduli aku akan diusir dari surga atau tidak menjadi malaikat lagi, asalkan selalu bersama Kyu Ri, itu pastilah surgaku. Surga yang hanya untukku seorang.

Tanpa sadar air mata mengalir turun di pipiku dan jatuh ke pipi Kyu Ri. Sebuah cahaya terang menyilaukan mataku dan aku dapat merasakan sayapku menjadi panas. Aku masih sempat mendengar seruan Kris hyung agar aku berhenti sebelum semuanya menjadi gelap.

**&**

Kyu Ri POV

Sudah satu bulan sejak kejadian itu, tapi aku tidak meninggal. Saat aku bangun keesokan harinya aku melihat bulu-bulu putih berserekahan di sekitarku. Se Hun juga sudah tidak ada. Dan sudah satu bulan ini juga aku tidak melihat Se Hun.

Dokter mengatakan kesehatanku berangsur-angsur membaik. “Ini pasti sebuah keajaiban, karena sebenarnya penyakit Kyu Ri agasshi sulit disembuhkan. Kesehatan Kyu Ri agasshi pun menujukan perkembangan baik dan mungkin akan menuju kesembuhan. Meskipun saya tidak tahu penyebabnya, tapi apa pun itu, ini semua merupakan kabar baik.” kata dokter yang disambut dengan wajah bahagia kedua orang tuaku. Sekarang aku dirawat di rumah sakit hanya untuk pemulihan saja

Meskipun sembuh, tapi aku sedih karena tidak melihat Se Hun lagi. Aku lalu mengambil foto kami berdua yang kami ambil di halaman rumahku. “Oppa, neo eodiseoyo? Nan jeongmal bogoshipoyo.” kataku sambil mengusap wajah Se Hun yang ada di foto itu.

Tiba-tiba aku mendengar pintu kamarku diketuk. Aku segera menghapus air mata yang ada di pelupuk mataku. “Agashii, mulai hari ini aku yang akan mengawasi proses penyembuhanmu.” kata dokter muda yang masuk ke kamarku. “Se Hun?!” seruku terkejut saat melihat siapa dokter muda itu. “Wah kamu sudah tahu namaku? Padahal aku baru bekerja di rumah sakit hari ini. Aku memang terkenal. Ehm, annyeonghaseyo joneun Oh Se Hun imnida. Mohon kerjasamanya mulai hari ini, Kyu Ri-a.” katanya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan ke arahku. Aku menyambutnya dengan ragu, “Ne.” jawabku lirih.

Itu pasti Se Hun, Se Hun yang kukenal selama ini. Tapi kenapa dia seperti tidak mengingatku? Apa yang terjadi. “Nah sudah selesai. Hari ini tidak ada masalah. Kalau ada apa-apa panggil saja aku. Saya permisi dulu.” katanya sambil membungkuk lalu pergi meninggalkanku yang kebingungan.

“Dia diusir dari surga dan tidak bisa menjadi malaikat lagi.” kata seseorang dari ujung kamarku. “Kris,sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku pada orang itu yang ternyata Kris. “Dia memberikan seluruh kekuatannya agar kamu tidak meninggal. Tapi sebagai hukumannya dia diusir dari surga dan seluruh ingatannya dihapus. Sekarang dia hanya ingat bahwa dia adalah seseorang bernama Oh Se Hun yang tinggal sebatang kara dan bekerja sebagai dokter di rumah sakit ini.” jelas Kris kepadaku. “Ingatannya tentangku juga dihapus?” tanyaku lagi. “Ne.” jawab Kris. “Tapi apa aku boleh mengigatkannya lagi tentang diriku. Maksudku ingatannya selama 30 hari bersamaku.” tanyaku dengan ragu. “Boleh saja asal kamu tidak menyinggung tentang masalah surga dan malaikat. Tapi itu pasti membutuhkan waktu. Aku pergi dulu sekarang. Semoga kalian bahagia.” kata Kris lalu pergi menghilang begitu saja.

Hah, tahaengijwo. Aku pikir aku tidak akan melihat Se Hun lagi. Tapi berapa lama lagi aku harus menunggu hingga Se Hun bisa mengingat semuanya kembali? Jika  Se Hun melupakan semuanya berarti dia juga lupa pernyataan cintaku waktu itu. Hah.. aku harus mengulangi semuanya lagi dari awal.

Aku mendengar pintu kamarku diketuk lagi. Dan kali ini Se Hun datang sambil membawa bunga mae. “Aku pikir kamu pasti suka dengan bunga mae, jadi aku bawakan.” katanya sambil menyerahkan bunga mae lalu pergi dengan kuping merah sambil menyampirkan syal yang dulu aku buat.

Aku hanya bisa terkejut lalu tersenyum. Mungkin waktu itu tidak akan lama lagi.

KEUTT

Gimana? Gaje kah? Atau jelek? Apa pun itu tetep RCL ya. Oh ya author ada beberapa project FF. Ini author beri forewordnya.

1. We Got Married: Hun Ji couple (Se Hun dan Eunji (oc))

Eun Ji seorang yeoja yang didesak appanya agar segera menikah dan Se Hun seorang boyband yang mendapat tawaran untuk bermain dalam reality show ‘We Got Married’ adalah teman sejak kecil. Akhirnya mereka berdua memilih untuk mengikuti acara WGM agar bebas dari masalah mereka. Tapi apakah appa Eun Ji selamanya akan percaya bahwa itu pernikahan sungguhan, dan apakah cinta mereka berakhir begitu saja setelah acara WGM selesai?

2. Spring Day’s Promise (Se Hun, Luhan dan 2 orang OC)

Se Hun, seorang putra pewaris tunggal perusahaan raksasa Dae Sang company. Dia hanya tinggal dengan kakeknya yang dingin. Kehidupannya berubah menjadi berwarna setelah bertemu dengan Ahn Jae In. Tapi setelah kakeknya meninggal dia menjadi sasaran paman tirinya yang ingin menguasai Dae Sang Co. Meskipun tidak berhasil membunuh Se Hun tapi pamannya berhasil membuat Se Hun mengalami kecelakaan dan bertemu dengan Park Yoo Ri, putri dari Se Ryong Company, musuh perusahaan Dae Sang Co. Di saat yang sama, Jae In yang sedih karena mengira Se Hun meninggal, bertemu Dengan Lu Han, sepupu Se Hun, anak paman Se Hun yang mengambil perusahaan. Akankah Se Hun dapat kembali mengambil Dae Sang Co sekaligus Jae In dari Lu Han?

3.  Classroom 3-B (all EXO n’ SNSD member)

Kisah kehidupan sehari hari tahun terakhir penghuni kelas 3-B di SMA.

Dan beberapa oneshoot. Nah author pingin tahu dari 3 itu mana yang readers sukai. Nanti ff itu bakalan aku buat pertama dan pasti aku  selesaikan. Yang lain belum tentu selesai sih kekeke.

Advertisements

One thought on “30 Days Promise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s