Fleur

fleur

Title       :  Fleur

Author  : Kim Na Na

Cast       : All EXO member

Genre   : Romance, Sad, Fluff

Length  : Vignatte (Draable collection)

Rating   : PG-15

 

Terkadang sulit untuk mengungkapkan hati kita

Banyak hal yang membuat perasaan yang kita inginkan

tidak bisa tersampaikan

Tapi kita dapat menyampaikannya melalui bunga

D.O | Unrequited Love

                “Kyungie, kamu sedang menggambar apa?” tanya seorang yeoja  sambil menempelkan dagunya di bahuku. “Bunga daffodil.” Jawabku sambil tersenyum. “Wah, daebak. Aku kesal kenapa tidak bisa menggambar seperti kamu.” katanya sambil menggembungkan pipinya. Aku tertawa kecil melihat kelakuannya.

“Tenang saja nanti akan aku ajari. Nilai melukismu memang agak menyeramkan. Tapi aku akui hebat karena kamu berani masuk ke jurusan seni rupa dengan nilai itu.” kataku sambil mengacak pelan rambutnya. “Kau memang menyebalkan Kyunngie.” gerutunya. “Tapi nanti janji ya mengajariku melukis.” katanya sambil tersenyum dan mengkaitkan jari kelingkingnya di kelingkingku. “Yaksoke.” jawabku sambil tersenyum.

“Chagi-a.” seru seseorang di depan pintu. “Akh oppa sdh datang. Ppai ppai Kyungie.” katanya sambil melambaikan tangan dan berlari ke arah namjachingunya, Ryeo Weok hyung. Aku hanya bisa tersenyum pahit saat melihat Ryeo Weok hyung mencium puncak kepala Younggie.

Aku menatap kembali lukisan bunga daffodil yang aku buat. Apa yeoja itu tidak tahu ini adalah gambaran tentangnya? Aku sangat mencintainya tapi aku tidak bisa merebut yeojachingu hyungku sendiri.  Daffodil berarti cinta yang bertepuk sebelah tangan sama seperti cintaku.

 

Chan Yeol | Would You Be Mine?

                “Hya Yeollie, kenapa mengajakku ke padang rumput?” seru yeoja disampingku. “Ayolah, sekali-kali pergi ke tempat seperti ini tidak ada salahnya kan?” kataku sambil mengatur alas agar kami bisa tidur di rerumputan. “Memang tempatnya indah sih.” gumamnya sambil memetik sebuah bunga liar dan tidur di sampingku.

“Chagi-a, mau bermain sesuatu?” tanyaku sambil tersenyum jahil. “Mwo?” balasnya. “Mencari bunga clover berdaun 4.” jawabku. “Itu kan susah. Mana mungkin kita bisa dengan mudah menemukannya?”  protesnya. “Karena itu, kalau kita dapat berarti kita beruntung.” kataku sambil membelai rambutnya. “Baiklah, aku mulai dulu.” serunya sambil berlari melintasi padang rumput.

Aku tertawa saat melihat tingkahnya mencari daun clover itu. Dan setelah 15 menit tidak juga menemukan clover, akhirnya dia pun menyerah. “Sudah ketemu?” tanyaku menggodanya. “Ani, susah sekali mencarinya. Coba sekarang kamu yang cari. Pasti tidak akan ketemu.”  katanya sambil kembali duduk.

Aku berdiri lalu memandang sekelilingku sejenak. Berusaha memfokuskan pikiranku pada benda yang aku cari. “A jeogeot.” seruku sambil memetik sebuah daun clover berdaun 4. “Wah cepat sekali kamu menemukannya.” katanya kagum. “Aku menganggap clover ini seperti dirimu. Meski tersembunyi seperti apa pun, aku pasti akan menemukannya. Dan kau tahu arti clover?” tanyaku yang langsung dijawab gelengan kepala. “Would you be mine?” bisikku di telinganya.

Kai| Secret Love

                Aku memeriksa sekelilingku, memastikan tidak ada orang yang melihat. Setelah memastikan tidak ada orang, aku langsung berlari dan memasukkan sebuah bunga acasia serta sepucuk surat ke dalam sebuah loker. Setelah selesai, aku segera menutup loker itu dan berjalan santai seolah aku tidak melakukan apa-apa.

“Ternyata kamu yang selalu memberiku bunga dan surat itu, Kai.” kata seseorang dibelakangku. Langkahku langsung berhenti. Aku sangat mengenali suara itu. Suara miliki yeoja yang sejak dulu sudah mengisi hatiku.

“Aku selalu heran bagaimana orang yang mengirimiku surat bisa tahu tentang semua masalahku, ternyata karena orang itu teman sejak kecilku.” katanya sambil berjalan mendekatiku. “Kenapa kamu melakukannya?” desaknya. Aku sudah tidak bisa menghindari lagi sekarang.

“Nan joahae, aku menyukaimu sejak dulu. Nae yeojachiguga deojulle?” tanyaku sambil menatap dalam-dalam matanya. Dia tersenyum dan menjawab jawaban yang paling ingin aku dengar “Ne, nae namjachigu.”.

Aku tersenyum dan menariknya ke dalam dekapanku. “Lama sekali aku menunggumu mengatakan itu. Padahal aku sudah memberimu bunga acasia sebagai petunjuk.” kataku. “Meuseumsoriyeyo?” gumamnya tidak jelas karena masih aku dekap erat. “Acasia berarti ‘perasaan cinta yang tersembunyi.’ Tapi aku senang akhirnya kamu menemukan juga perasaanku yang sebenarnya” .

 

Su Ho | Hope

                Aku menatap kosong tempat peristirahtan terakhirmu. Tidak ada yang bisa aku ucapkan, tidak ada lagi perasaan yang bisa aku rasakan. Seakan semuanya beku seiring turunnya salju.

Meskipun aku tahu, suatu saat hari ini pasti akan datang. Hari dimana aku tidak akan bisa lagi melihatmu, tidak bisa lagi menggenggam tanganmu. Tapi tetap saja, kesedihan yang datang terlalu kuat untuk aku tolak. Hingga aku takut suatu saat akan hancur karena kesedihan itu.

Aku meletakan sebuah buket bunga snowdrop di depan makamnya. “Chagi-a, aku yakin kamu pasti bahagia disana, karena sekarang kamu tidak akan lagi merasakan kesakitan yang kamu rasakan selama ini. Harusnya aku juga bahagia, tapi aku tidak bisa.

Padahal aku selalu berusaha mengingatkan diriku sendiri bahwa hari ini pasti akan datang, tapi tetap saja aku selalu berharap kamu akan selamanya disisiku. Harapan yang tidak akan pernah tercapai, seperti arti bunga yang aku bawakan untukmu. Tapi bolehkan jika aku berharap bahwa kamu akan selalu ada dalam diriku?” kataku lirih. Tanpa harus mendapat jawaban pun aku yakin aku tidak akan pernah melupakanmu. Kamu akan selalu ada dalam diriku.

 

Baek Hyun| Forgiveness

“Igeot.” kataku sambil menyerahkan setangkai bunga tulip. “Yeppuda, gomawo oppa. Geundae, tumben oppa memberiku bunga?” tanyanya. “Karena  aku rasa kita harus putus. Mianhae” kataku sambil menatap matanya. “Oppa bercanda kan?” tanyanya ragu, aku bisa melihat kekhawatiran di wajahnya.

“Ani, aku memang ingin kita putus, meskipun aku masih sangat mencintaimu. Aku tahu selama ini kamu tidak pernah bahagia denganku. Aku hanya bisa membuatmu sedih. Selama ini aku selalu sibuk dengan diriku sendiri bahkan aku pernah berpacaran dengan yeoja lain. Karena itu lebih baik aku tidak menahanmu agar selalu disampingku. Carilah namja lain yang lebih baik daripada aku, yang lebih mencintaimu daripada aku dan lupakan aku.”

Dia diam sejenak lalu menyentuh kedua pipiku. “Aku sudah lama memaafkanmu tentang yeoja itu dan kamu tidak pernah membuatku sedih sejak hari itu. Meskipun kamu selalu sibuk setiap hari sampai hampir tidak pernah menemaniku lagi , tapi kamu juga selalu mengkhawatirkan aku. Mencintai tidak berarti kita selalu bersama kan?” katanya sambil tersenyum.

“Kamu masih ingin agar aku disampingmu?” tanyaku. “Geureomyeon, aku kan yeojachingumu.” katanya sambil memelukku. Aku hanyalah seorang namja bodoh, tapi kenapa dia masih mau memaafkanku? Aku sangat bersyukur memiliki yeoja sebaik dirinya di sampingku.

“Gomawo. Aku akan menjadi namja yang lebih baik bagimu” balasku sambil memeluknya. “Tulip ini akan aku anggap sebagai permintamaafanmu karena telah berpikir yang tidak-tidak.” katanya sambil tersenyum. “Aku pikir kamu tidak akan memaafkanku, jadi itu sebagai permintamaafanku karena sikapku selama ini. Kedepannya, aku tidak akan pernah memberimu tulip lagi. Karena aku tidak akan pernah membuatmu sedih.”

 

Se Hun | Daisy’s Love

Aku menunggu yeojachinguku di depan kelasnya. Kemarin baru saja aku menyatakan cinta dan aku tidak menyangka dia merimaku. Hari ini aku sudah menyipakan sebuah kejutan untuknya. Karena kemarin saat menyatakan cinta bungaku malah terbang berhamburan karena angin, sekarang aku menyiapkan bunga yang lebih  indah. Sebuah buket bunga white rose dengan pemanis bunga daisy.

“Mianhae lama menunggu.” katanya sambil menepuk pundakku. “Gwenchana. Kamu keberatan kalau aku ajak ke sebuah tempat?” tanyaku. “Ani, mau kemana?” tanyanya penasaran. “Nanti kamu juga tahu.” kataku sambil tersenyum.

Aku mengajaknya ke sebuah ruangan di dekat lapangan basket yang merupakan bekas gudang olahraga.  Aku sudah menyulapnya menjadi sebuah ruangan manis yang akan menjadi tempat rahasia kita berdua nantinya. “Chakaman.” kataku menyuruhnya menunggu di depan ruangan sementara aku mengambil bunga yang sudah aku siapkan.

“Tadaa~” kataku sambil mengulurkan bunga ke arahnya. Tapi sebelum sempat dia menerimannya, sebuah bola basket menghantam buket bunga itu, membuat separuh buket hancur. Mataku melebar ngeri melihat batang-batang bunga yang patah. Dan yang saat itu aku pikirkan adalah aku ingin membunuh orang yang melempar bola ini.

“Mianhae, sepertinya hari ini pun aku tidak bisa memberimu bunga.” kataku tertunduk malu. “Gwenchana, lagipula aku lebih suka bunga daisy dibandingkan white rose.” katanya sambil mengambil setangkai daisy yang selamat dan tersenyum. Aku membalas senyumannya. “Ada yang ingin aku tunjukan padamu. Ka.” kataku sambil membawanya masuk. Mungkin kisah cintaku tidak akan pernah seperti white rose yang romantis dan elegan, tapi aku yakin cintaku semurni bunga daisy ini.

 

Kris | Waiting For You

                “Pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.” katanya saat mendengar pengumuman bahwa pesawat yang menuju Amerika akan segera bernagkat. Itu berarti sebentar lagi aku harus melepasnya. Meskipun kedepannya ada beberapa waktu dimana kami bisa bertemu, tapi tetap saja hatiku begitu berat melepaskannya.

“Arasso. Aku bantu membawakan kopermu.” kataku sambil menggeret koper yang ia bawa. Selama perjalanan menuju ke pintu keberangkatan, kami berdua diam. Mencoba menginngat tentang semua yang kita lalui selama ini.

“Ja, aku pergi dulu. Jaga kesehatanmu. Jangan lupa tetap meneleponku. PPai.” katanya sambil tersenyum. Bukan, tapi mencoba tersenyum. Karena aku tahu dia juga pasti berat untuk pergi. Dia berbalik dan mulai berjalan menjauh dariku. Aku tidak boleh membiarkan pergi seperti ini.

Aku berlari mengejarnya dan segera menahan pergelangan tangannya. “Chakaman, aku ingin memberimu ini. Igeot.” kataku sambil menyerahkan sebuah album bersampulkan bunga lemon blossom kering . “Di dalamnya ada berbagai foto kenangan kita selama ini. Agar kamu selalu ingat bahwa aku akan selalu setia menunggumu dan akan selalu mencintaimu.”

 

Xiu Min | Loving You

                Aku berjalan menuju ke jendela kamarku. Membuka jendela kamarku lebar-lebar agar sinar matahari yang hangat dapat memenuhi kamarku. Tapi bukan hanya matahari yang ada tinggi di langit tapi juga sebuah matahari yang ada tepat di seberang kamarku.

Hana, dul, set, bingo! batinku saat matahariku membuka jendela kamarnya. “Annyeong.” sapaku membuatnya mengurunkan niat untuk menguap. “Oppa? Pagi sekali bangunnya.” katanya terkejut karena kehadiranku. “Kemarin siapa yang mengatakan padaku bahwa bangun pagi akan membuat badan kita sehat?” tanyaku sambil tersenyum. “A geurae?” katanya sambil menggaruk kepala dan membalas senyumanku.

“Mau menyirami tanaman lagi?” tanyaku saat melihatnya membawa water can. “Geuraemyeon. Kan harus disiram tiap pagi. Supaya cepat tumbuh menjadi cantik” katanya sambil menuangkan air ke dalam tiap pot. Aku mengamatinya sambil tersenyum. “Akh hampir lupa. Igeot.” kataku sambil mengulurkan sebuah pot kecil.

“Ini tanamaan apa?” tanyanya. “Rahasia, karena itu kamu harus merawatnya jika kamu ingin tahu bunga apa itu.” kataku sambil tersenyum jahil. Pot itu sebenarnya berisi biji bunga morning glory. Agar setiap terbangun di pagi hari dia menyadari bahwa aku akan selalu mencintainya. Hari ini, besok dan selamanya aku akan mencintaimu.

 

Lu Han | Remember

                Aku menggeret koperku melintasi sebuah halaman rumah. Aroma bunga forget-me-not terbawa oleh angin, membuatku teringat akan kenangan-kenangan yang ada di rumah ini.

Aku menekan bel yang ada di samping pintu. “Ne, chakaman.” seru seseorang dari dalam. Suara yang sangat aku ingin dengar selama 5 tahun ini. “A.. Lu Han.” katanya tidak percaya dengan kehadiranku di depannya.

Aku tertawa kecil melihat reaksinya. “Ne, aku Xi Lu Han, namjachingumu. Apa kamu sudah lupa?” tanyaku sambil tersenyum. Dia menggelengkan kepala lalu segera memelukku. “Aku pikir kamu tidak akan pernah kembali.” isaknya di dadaku. Aku membalas pelukannya dan membelai punggung kecilnya yang bergetar.

“Mana mungkin aku tidak kembali. Aku hanya memakan waktu sedikit lama untuk menyelesaikan masalahku. Tapi sekarang semua sudah selesai dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Yaksokake.”

Lay | Eternal Love

                Aku membuka pintu dan melihatnya duduk di depan cermin. Sebuah wedding dress berwarna putih melekat sempurna ditubuhnya. Dengan bunga-bunga disekelilingnya, ia bagaikan seorang dewi yang cantik.

“Ehem.” aku berdeham membuatnya melihat ke arahku. “Lay, kenapa kamu di sini.” Aku tersenyum dan menempelkan jari telunjukku di bibir, mengisyartkan agar dia tenang sejenak. Aku mengeluarkan sebuah buket bunga orange blossom.

“Chukae atas pernikahanmu. Mulai hari ini, kamu akan menjadi milik orang lain untuk selamanya. Jadi biarkan aku mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya sebelum kamu menjadi milik orang lain.Saranghae, sejak kita SMA, aku selalu menyukaimu. Aku tahu bahwa kamu sudah dijodohkan dengan orang lain, karena itu aku tidak berani mengukapkan perasaanku.

Tapi hari ini aku memutuskan untuk tidak membohongi diriku sendiri. Karena itu aku memberikanmu bunga ini. Aku akan selamanya mencintaimu dan perasaanku tidak akan pernah berubah.” kataku dengan nada bergetar. Aku tahu aku tidak akan mungkin mendapatkannya dan yang bisa kulakukan sekarang hanyalah selamanya menyimpan perasaan cinta ini.

 

Chen | You Make My Love Complete

                “Aish dimana sih yeoja itu?” gerutuku sambil melihat jam tanganku. “Mwo? Jam 12, berarti aku sudah menunggu 1 jam di bawah Namsan Tower?” batinku kesal. Pikiran buruk pun mulai menghampiri otakku. Jangan-jangan dia sengaja tidak datang? Dia pasti tahu rencanaku, dan dia tidak mau akhirnya dia memutuskan untuk tidak datang. Aish kamu tidak boleh berpikir seperti tu Kim Jong Dae.

“Chen! Mianhae aku terlambat. Aku tadi ketiduran. Jeongmal mianhae.” katanya menghampiriku sambil terengah-engah. “Syukurlah dia datang.” batinku bersyukur bahwa pikiran burukku tidak menjadi kenyataan. “Dasar pabo. Kalau begitu sebagai hukuman, kamu tidak boleh menolakku.” kataku. “Meseumseoriyeyo?”

“Nae yeojachinguga deojulle?” tanyaku sambil mengeluarkan setangkai bunga lily. “Kalau itu tanpa kamu suruh pun, aku pasti akan merimamu.” katanya sambil tersenyum dan mengambil bungaku.

Tiba-tiba aku mengangkatnya tinggi ke udara. “Yey dengan begini semuanya sudah lengkap! Aku mencintaimu dan kamu ada di sisiku. Itu berarti sama dengan arti bunga lily ini. You make my love complete.”

Tao | First Love

                Aku berjalan sambil sesekali mencium bunga azalea yang aku bawa. Tersenyum membayangkan reaksinya saat aku menyatakan cinta. Bunga azalea melambangkan cinta pertama, sama seperti cintaku.

Aku baru saja ingin mengetuk pintu ruangan musik ketika aku mendengar suara seseorang berbicara. Bukannya di ruang musik ini hanya ada dia? batinku bingung sambil sedikit membuka pintu untuk mengintip siapa orang yang ada di dalam ruangan.

Memang, di ruangan itu ada yeoja yang aku sukai. Tapi disampingnya ada seorang namja yang aku tidak kenal. Mereka berdua tertawa. Dadaku terasa sakit saat melihat yeoja itu terlihat bahagia dengan namja lain. Belum hilang rasa sakitku, sang namja mencium bibirnya sekilas lalu mereka berdua tersenyum. Dari itu semua aku yakin bahwa tidak ada ruang bagiku di hatinya.

Aku tersenyum pahit lalu berjalan menjauh dari ruangan itu. Padahal dia adalah cinta pertamaku, tapi ternyata dia telah mempunyai namjachingu. “Sepertinya memang benar perkataan banyak orang, bahwa cinta pertama tidak akan pernah berhasil.” gumamku lalu membuang bunga azalea yang aku genggam.

– Fin –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s