A Bouquet

a-bouquet

Title                       : A Bouquet

Author                  : Kim Na Na

Genre                   : Romance, brothership, friendship

Length                  : Vignette

Main Cast            : Oh Se Hun, Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun, Xi Lu Han, Kim Jong In, Wu Yi Fan

Other Cast          : Seo Rin Ah, Han Eun Ji, Seo Yeon Na (all OC)

Rating                   : PG-13

Seikat kecil bunga yang berisi harapan.

kenangan dan juga penyesalan Continue reading

Advertisements

날 잊지 말아요 #2

Don't Forget Me

Title: 날 잊지 말아요 (Don’t Forget Me)

Author: Kim Na Na

Length: Two Shoot

Cast: Kris | Kim Joon Myun | Park Se Na

Genre: School life, romantic

Note: Bagian terakhir dari Don’t Forget Me. Semoga endingnya tidak mengecewakan. Ditunggu RCL nya ^^

날 잊지 말아요

(chapter 2)

            “Ini makanannya. Aku yang buat sendiri.” kata Kris sambil meletakan sebuah keranjang piknik. “Kris ini kamu dapat dari mana?” tanyaku sambil menunjukan strap handphone berbandul bintang yang tadi ia jatuhkan. Dia hanya menatapnya lalu menyibukkan diri dengan keranjang pikniknya. “Kapan lalu aku ada pesta. Sepertinya itu tempat kamu dulu bertemu byeol wangja. Hotel di bukit kota sebelah kan? Kalau hotel itu setiap ada pesta, ditengah pita yang mengikat bungkus kue pasti seperti itu. Kamu pasti dapat dari bungkus kue juga.” katanya sambil mengeluarkan makanan dari keranjang piknik.

Aku hanya menatap bandul itu. Berarti Kris bukan byeol wangja. Kalau begitu milik Joon Myun belum tentu didapatnya waktu pesta kantor appaku. Aku harus memastikannya Senin nanti.

Tiba – tiba di depanku sudah ada sebuah sandwich. Membuatku terkejut dan langsung menjauhkan kepalaku. ”Ayo makan. Ini aku sendiri yang buat.” kata Kris sambil memasukkan sandwich itu ke mulutku. ”Massisda.” kataku setelah selesai mengunyahnya. ”Jinjayo? Ini masakan pertamaku. Baguslah kalau enak. Aku memang pintar di segala hal.” katanya sambil memasukkan sepotong sushi ke mulutnya lalu tersenyum ke arahku.

Entah kenapa ada sedikit kekecewaan ketika mengetahui Kris bukanlah byeol wangja. Aku menggelengkan kepala kuat – kuat. Apa yang kamu pikirkan Se Na?

 

****

Continue reading

날 잊지 말아요

Don't Forget Me

Title: 날 잊지 말아요 (Don’t Forget Me)

Author: Kim Na Na

Length: Two Shoot

Cast: Kris | Kim Joon Myun | Park Se Na

Genre: School life, romantic

Note: Leader time!!! Kali ini author lagi pingin memasangkan kedua leader ini. FF berikutnya tentang magnae time!! Sehun x Tao. Ok RCLnya di tunggu ^^

날 잊지 말아요

            “Huwa.. Se Na, kita tidak sekelas lagi…” kata Min Ji sambil memelukku. Hari ini tahun ajaran baru dimulai. Aku menjadi anak kelas 11 sekarang. Tahun lalu aku sekelas dengan Shim Min Ji , tapi sekarang aku harus berpisah dengan sahabatku ini. Sekolahku adalah sekolah terusan. Jadi dari TK hingga SMA terletak di satu kompleks. Tapi aku sendiri baru masuk di ke sini saat SMA..

“Aku juga sedih. Tapi tahun ini pun aku harus mencari ‘byeol wangja’-ku. Tahun kemarin aku tidak mendapat pentunjuk sedikit pun.” kataku sambil mengamati sebuah strap handphone berbentuk bintang.

“Haah… itu lagi. Apa kamu tidak bosan mencarinya terus?” kata Min Ji sambil melepaskan pelukannya. ”Ani. Aku akan terus mencarinya hingga aku bisa bertemu dengannya lagi.” kataku tegas. ”Terserah kamulah. Aku pergi dulu ya. Soalnya aku harus mengurus klub Inggrisku dulu.” “Baiklah, annyeong.” kataku sambil melambaikan tangan. Dia melambaikan tangannya dengan semangat lalu berlari pergi.

Bosan? Sepertinya daripada bosan mungkin lelah lebih tepat. Aku mencari byeol wangja sejak aku masih kecil hingga sekarang. ’Byeol wangja’ (star prince) adalah cinta pertamaku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku harus bisa menjadi yeoja chingu byeol wangja itu.

 

Flashback

          ”Appa, kita kapan pulangnya?” rengekku. ”Masih lama. Mungkin 1 sampai 1 jam setengah lagi.” kata appaku. Saat itu aku diajak appaku untuk mengunjungi suatu pesta yang diadakan oleh kantor appaku.

Tapi aku bosan di sini. Semua orang yang datang hanya orang dewasa saja. Tidak ada anak kecilnya. Aku lalu meminta ijin appaku untuk berjalan – jalan di taman. ”Baiklah, tapi jangan sampai tersesat.” kata appaku lalu ia kembali sibuk dengan urusan kantornya.

Aku lalu berjalan – jaln di taman sendiri. Tapi taman hotel ini terlalu luas untuk anak berumur 5 tahun sepertiku. Tak urung aku pun tersesat. Aku mulai takut karena langit yang semakin gelap dan udara yang semakin dingin.

”Appa.. Appa dimana?” kataku sambil menagis keras. ”Kamu tersesat?” kata sesorang membuatku terkejut. Aku melihat kebelakang, dan ternyata ada seorang anak laki – laki di belakangku. Aku seperti melihat pangeran – pangeran yang ada di buku dongengku keluar ketika melihat anak laki – laki itu.

”Aku tahu kok jalannya. Aku akan membawa kamu ke tempat appamu, tapi kamu harus menemaniku bermain. Aku bosan di sana terus.” katanya sambil tersenyum.

”Kalau aku mau menemanimu bermain, kamu benar – benar akan membawaku ke appaku?” isakku. ”Benar. Mana mungkin aku berbohong. Kajja, sekarang kita ke pohon besar yang ada di situ.” katanya sambil menarik tanganku. Kami pun mulai berlarian di taman itu menuju pohon besar yang ada di tengah taman.

Continue reading