A Love Song Of Thousand Years

A Love Song Thousand Year

Title                 : A Love Song Thousand Year

Author             : Kim Na Na

Rating             : General

Length           : Vignette

Genre              : Romance 30%, Brothership 40%, History 20%, , Fantasy 5%, Comedy 5% (^^)

Main Cast        : Oh Se Hun

Han Eun Jun (OC)

Other Cast       : All EXO members

            Setiap orang akan terlahir dengan melupakan seluruh kenangan di kehidupannya yang lalu. Dia akan melupakan tentang keluarga, orang yang ia cintai, dan sahabatnya. Tapi aku tidak bisa melupakan semua itu. Meski 1000 tahun berlalu dan aku sudah terlahir sebagai orang yang berbeda, tapi aku masih teringat jelas kehidupanku sebelumnya.

Flashback

Dulu aku merupakan salah seorang dari pasukan khusus pengawal kaisar Goryeo. Kami ber-12 merupakan prajurit hebat yang tidak terkalahkan. Tapi suatu hari aku menyukai putri dari negara musuh kami, negeri Yuan. Namanya adalah Bu Yong yang berarti bunga lotus. Nama yang cocok untuk seseorang yang memang secantik dan sebaik bunga lotus.

“Kamu akan membunuhku?” tanyaku pada Bu Yong. Dia berhasil meyudutkan aku hingga di ujung tebing yang curam. ”Ya, aku akan membunuhmu. Kamu telah membohongiku. Sekarang aku tahu bahwa kamu adalah pengawal kaisar Goryeo. Dan sikapmu padaku selama ini hanyalah akal licikmu saja untuk mendekati ayahku. Aku sudah tahu semuanya.” katanya sambil tetap mengacungkan pedangnya ke arahku. ”Jika aku mengatakan aku memang menyukaimu dari lubuk hatiku apa kamu akan percaya?” kataku sambil mendekati Bu Yong. ”Jika aku meyerahkan nyawaku padamu, apa kamu akan mempercayai seluruh perkataanku padamu?” lalu aku memeluk dirinya dan aku dapat merasakan bilah pedangnya menusuk dadaku.

”Inikan yang kamu inginkan? Aku.. tidak masalah harus merelakan nyawaku asal kamu bahagia. Aku hanya ingin kamu tahu meski 1000 tahun berlalu tapi rasa cintaku padamu tidak akan berubah. Aku akan datang padamu 1000 tahun lagi dengan membawa semua rasa cinta dan kerinduanku ke hadapanmu agar kamu meyadari seberapa besar rasa cintaku padamu.” kataku dengan napas tersenggal. Aku melihat air mata mengalir di pipinya. ”Jangan lari kau, Putri!” seru seseorang yang aku tahu itu adalah jendral dari Goryeo yang sangat membenci negara Yuan.

Bu Yong lalu mengambil pedangku dan menusuk punggungku hingga tembus ke punggungnya. Mataku terbelalak melihat hal yang ia lakukan. ”Aku akan menunggumu hingga saat itu untuk melihat seberapa besar rasa cintamu. Dan saat itu kita akan selalu bersama.” lalu dia menjatuhkan dirinya bersama diriku ke tebing itu. Aku mengeratkan pelukanku. ”Gomawo tto saranghaeyo, yeongwonhi. (terima kasih dan juga aku mencintaimu, selamanya)” bisikku sembelum tubuh kami ditelan air.

Lalu saat ini aku membaca di buku sejarah ternyata teman – temanku mendapat hukuman penggal karena telah melindungi seorang putri mahkota dari negara Yuan dan nama mereka dihapus dari sejarah sehingga sekarang tidak ada lagi yang mengenal mereka. Akhir yang menyedihkan bagi sebuah kelompok parjurit yang paling dipercaya kaisar.

Flash back End

”Aku selama ini selalu berharap bertemu kalian kembali. Selalu membayangkan seperti apa kalian di kehidupan sekarang ini. Apa sama seperti dulu, pasukan Wul Da Chil yang hebat dan tak terkalahkan, tapi kenapa kalian sekarang hanya menjadi anggota boyband sekolah hah?! Wae?! (kenapa)” seruku pada 11 temanku yang sedang sibuk sendiri dengan urusan band kami di tempat dimana kami biasa berlatih.

”Se Hun mulai lagi.” kata Wu Fan hyung. Aku langsung mendekatinya dan mengguncang bahunya. ”Hyung! Dulu hyung adalah jendral hebat yang bahkan hanya karena teriakanmu saja seribu pasukan musuh lari ketakutan, tapi kenapa sekarang hanya menjadi rapper hah?” seruku di depan wajahnya yang kebingungan. ”Se Hunnie..” kata Joon Myun hyung. ”Hyung juga! Dulu hyung adalah ahli strategi hebat. Bahkan orang menyebutmu Sun Zi (ahli srategi terkenal China) dari Georyeo. Tapi kenapa sekarang strategi hyung hanya untuk bermain di Angry Bird, wae?!” . Temanku saling pandang lalu Yi Xing hyung mendekatiku.

”Se Hunnie, kami tahu kami teman-temanu dari kehidupan 1000 tahun yang lalu tapi sekarang kami tidak ingat apa pun tentang kehidupan itu. Sekarang kita hanyalah anak SMA biasa.” kata Yi Xing hyung. ”Kalau hyung kejadian 10 menit lalu saja juga lupa.” kataku kesal. ”Ya, kata-kata Yi Xing benar. Sekarang kita hanyalah sekelompok murid biasa yang membentuk boyband EXO. Bukan Wul Da Chil lagi.” kata Lu Han hyung. Aku hanya bisa mendengus kesal. Aku dari dulu paling lemah dengan Lu Han hyung. ”Arasseo. Mianhae. (aku tahu, maafkan aku)” kataku lalu kembali latihan dance.

Kenapa yang ingat hanya aku? Kenapa mereka tidak ingat sama sekali? Bahkan saat aku SD, orang-orang mengira aku anak pungut karena selalu berkata bahwa orang tua kandungku di kehidupan ini bukanlah orang tuaku. Sejak saat itu aku hanya dapat diam memendam kenangan ini agar tidak dianggap aneh. Lagi pula tidak akan ada yang percaya dengan perkataanku. Ketika pertama kali aku masuk SMA, aku sangat senang karena dapat bertemu dengan mereka ber-11, berharap mereka juga mengingat kehidupan mereka 1000 tahun yang lalu. Tapi ternyata mereka tidak ingat. Meski mereka mempercayai perkataanku, tetapi mereka sama sekali tidak ingat masa lalu mereka.

Bahkan aku tidak bertemu Bu Yong di kehidupan ini. Bu Yong, katakan sekarang kamu di mana? Nan jeongmal bogoshipoyo (aku sangat merindukanmu).

****

            ”Hari ini kita akan ada murid baru. Han Eun Jung, silahkan masuk.” kata Kang seongsenim. Aku tidak tertarik sama sekali dengan murid baru. Tapi aku langsung meralat kata-kata itu saat melihat siapa yang masuk ke kelasku. Itu Bu Yong, Bu Yong yang aku sangat cintai. ”Nah Eun Jung sekarang ….” kata-kata Kang seongsenim terputus karena aku tiba – tiba bangkit dari kursiku hingga kursi itu jatuh dengan suara keras. ”Bu Yong! Bu Yong!! Nan jeongmal bogoshipoyo.” seruku sambil berlari kearahnya untuk memeluknya.

BUAK!! Kepalan tangannya mendarat mulus di pipiku. ”Apa yang mau kamu lakukan?! Dasar yadong (mesum)!!!” serunya padaku yang terkapar mengenaskan di lantai. ”Bu Yong, apa kamu mesih membenciku sehingga sekarang kamu tidak mau mengenalku?” ratapku dalam hati. ”Se Hun ikut seongsenim (Pak Guru) ke ruang guru sekarang juga.” kata Kang seongsenim sambil menarik kerah seragamku. ”Bu Yong-a…” kataku yang pasrah ditarik keluar dari kelas sambil mengulurkan tangan ke arahnya. ”Bu Yong!!” seruku dari luar kelas sambil tetap diseret oleh Kang seongsenim.

****

            ”Mwo (apa)?! Istrimu di kehidupan yang lalu sekarang ada di sini?!” seru teman-temanku bersamaan. Seperti biasa, saat istirahat kami selalu makan bersama di kantin. ”Ne. Aku sangat senang saat melihatnya lagi.” kataku sambil memakan kimbap. ”Geundae(tapi), bagaimana kamu bisa tahu itu istrimu?” tanya Zi Tao hyung. ”Caranya berjalan.., caranya bicara.., caranya dia merapikan rambut…, wajahnya yang cantik.., senyumnya.. tetap sama meski 1000 tahun berlalu.” kataku sambil menerawang dan tersenyum sendiri karena mengingatnya. Temanku saling berpandangan heran lalu Jong Dae hyung bertanya sebuah pertanyaan yang paling tidak ingin aku dengar sekarang ”Apa dia mengenalmu?”. ”A.. keugae (itu).” kataku bingung mencari jawaban.

Saat aku kebingungan menjawab pertanyaa Jong Dae hyung aku melihat Bu Yong memasuki kantin bersama beberapa yeoja lain. Entah kenapa yang terlihat di mataku seperti seorang putri Yuan yang dibelakangnya ada beberapa dayang. Aku menggelengkan kepalaku lalu berkata kepada teman-temanku. ”Jeogeot.. (itu jauh)” kataku sambil menunjuk ke arah Bu Yong. Teman-temanku langsung melihat ke arahnya dah ber-oh lalu kembali melihatku. ”Neomu yeppuda (cantik sekali). Apa kami semua memiliki istri seperti dia di kehidupan dulu?” tanya Chan Yeol hyung dengan penuh harap kepadaku. ”Geureomyeon.(tentu)” kataku dengan senyum yang dipaksakan. Aku tidak tega mengatakan jika kami ber-12 dulu tidak ada yeoja yang menyukai karena tak ada yang berani dengan kami. Aku saja mendapat Bu Yong dengan susah payah. Apa mungkin karena itu sekarang mereka memilih menjadi boyband saja agar banyak yeoja yang menyukai mereka?

”Hyungdeul aku ke sana dulu..” kataku lalu berjalan ke arah Bu Yong. ”Mianhae tadi pagi mengejutkanmu.” kataku sambil menundukkan kepala. ”Gwenchana. Asal kamu tidak mengulanginya lagi.” katanya sambil tersenyum. Aa.. dia masih saja sebaik hati dulu. Aku mengulurkan tanganku ”Se Hun imnida.” kataku memeperkenalkan diri dengan full of smile. ”Han Eun Jung.” katanya sambil menerima uluran tanganku. Sesaat aku tidak bisa berkata, hanya mencoba mengingat sentuhan tangan ini yang tidak berubah sejak 1000 tahun yang lalu. Eun Jung berdeham lalu menarik tangannya.

”Mau makan bersamaku?” tanyaku penuh harap. Dia melihat kearah temannya yang hanya memberi tanda agar dia memilih makan denganku saja. ”Baiklah.” katanya. Aku segera berlari ke arah kasir untuk memesan makanan. ”Satu sup tofu. Jangan terlalu pedas. Kuahnya jangan terlalu banyak. Lalu tofunya di potong saja.” kataku. Dia terkejut mendengar pesananku. ”Bagaimana kamu bisa tahu itu makanan kesukaanku?” katanya heran. Aku hanya tersenyum lalu membawa pesananku ke sebuah meja.

Aku melihatnya makan sambil tersenyum. Sudah lama aku tidak melihatnya seperti ini. ”Apa kamu tidak ingat aku sama sekali?” tanyaku setelah dia selesai makan. ”Ani. Tapi bukannya hari ini adalah pertama kalinya kita bertemu?” katanya bingung. ”Apa kamu tidak ingat sama sekali kisah tentang Putri Bu Yong dan Jendral Yu Shin? Itu kisah yang terjadi 1000 tahun yang lalu.” kataku lagi berusaha membuat dia ingat. Dia berusaha mengingat lalu tiba – tiba dia memegang kepalnya dan wajahnya terlihat sangat kesakitan. ”Gwenchanayo?” kataku panik sambil memegang pundaknya. Dia menepis tanganku dan menatapku dengan tatapan yang membuatku terpaku. Tatapan ingin membunuh yang aku lihat 1000 tahun yang lalu. ”Gwenchana, aku kembali ke kelas dulu. Terima kasih makanannya.” katanya sambil pergi meninggalkanku.

Bu Yong-a, apakah kamu memang sangat membenciku hingga sekarang kamu masih saja menatapku dengan tatapan itu? Apakah 1000 tahun ini kamu masih tidak percaya dengan hatiku?

****

            ”Jadi.. dia tidak mengingatmu?” kata Kyung So hyung. Aku hanya mengangguk lemas. ”Haah sudah lupakan saja dia. Kamu cari saja yeoja lain. Mungkin dulu kalian memang suami istri tapi sekarang kan tidak. Kami..” kata-kata Yi Xing hyung terhenti karena aku sudah berdiri. ”Hyung tidak memiliki ingatan sehingga tidak pernah tahu rasanya menjadi seperti aku! Tiap malam selalu ketakutan karena teringat akan kematian itu! Tiap hari selalu merindukan kehidupan yang dulu! Tapi aku harus selalu memendam itu semuanya sendiri agar aku tidak kehilangan orang-orang yang kusayangi di kehidupan ini! Aku pikir kalian mengerti itu tapi sepertinya tidak! Aku tetaplah orang aneh dimata kalian kan? Sudahlah aku keluar saja dari sini, di sini bukan lagi Wul Da Chil seperti yang kalian katakan!” setelah puas berteriak seperti itu aku keluar dari tempat latihan dan menuju taman di dekatnya untuk menenangkan diri. Enak saja menyuruhku melupakan Bu Yong, padahal alasan aku hidup selama ini untuk bertemu dengannya.

Tuk. Sesuatu yang dingin menyentuh pipiku. Saat aku melihat ternyata Lu Han hyung. ”Aku temani ya.” katanya sambil duduk di sampingku. ”Mianhae, mungkin kata- kata Yi Xing berlebihan, tapi dia tidak ada maksud apa pun. Kami memang tidak memiliki ingatan seperti dirimu, tapi kami percaya dengamu. Tto mianhae, kami tidak menyadari bahwa kamu selama ini menderita sendirian.

Kamu tahu, ayahku memiliki sebuah kuil, sehingga aku sedikit banyak tahu tentang hal-hal seperti itu. Aku pernah membaca di sebuah kitab ayahku bahwa sebelum terlahir ke kehidupan selanjutnya seorang arwah bisa memilih teman, jodoh, dan keluarga untuk kehidupannya yang akan datang. Meskipun mereka tidak ingat apa-pun tapi mereka ada di sini berarti mereka telah memilih untuk bersama kembali denganmu. Tubuh mereka boleh melupakan kehidupan yang lalu tapi jiwa mereka tidak. Sama seperti Bu Yong, dia disini kembali padamu berarti dia memang ingin bertemu denganmu untuk melihat cintamu yang sudah kamu kumpulkan 1000 tahun ini. Tidak ada yang berubah dari perasaan kami semua, hanya saja kami tidak dapat mengingat kehidupan itu.” kata Lu Han hyung sementara aku menangis mendengar penjelasannya.

Kenapa aku tidak menyadarinya? Bertemu dengan mereka saja sudah merupakan kebahagian. Dulu tidak ada yang percaya padaku, dan aku sangat sedih karenanya. Tapi sekarang meskipun masih banyak yang tidak mempercayaiku aku bahagia. Itu karena ada teman-temanku yang selalu mempercayai tiap perkataanku meskipun itu terkadang tidak masuk akal. ”Mianhae..” kataku sambil tetap menangis. ”Ne, dasar Yu Shin tetap saja cengeng seperti dulu.” kata Lu han hyung sambil menepuk kepalaku.

Aku terkejut hingga tangisanku berhenti. Bagaimana dia bisa tahu nama itu? Aku tidak pernah memberi tahu namaku di kehidupan sebelumnya pada mereka. Tadi dia juga tahu janjiku pada Bu Yong. ”Hyung, hyung juga memiliki ingatan?” tanyaku penasaran. ”Ani.” katanya sambil tersenyum tapi matanya seakan melarangku untuk bertanya lebih jauh. ”Kajja, kita kembali ke tempat latihan. Pasti mereka khawatir.” kata Lu Han hyung.

****

            ”Mianhae aku tadi keterlaluan.” kataku sambil menundukkan kepala pada mereka semua. ”Gwenchana, lagi pula aku sudah lupa apa yang kamu katakan tadi. Seperti katamu aku akan lupa kejadian 10 menit yang lalu.” kata Yi Xing hyung sambil tersenyum dan memunjuk jam yang memperlihatkan waktu telah berjalan 15 menit lebih.

”Dasar membuat kami khawatir saja.” kata mereka lalu mereka memelukku atau mengacak rambutku. Ternyata memang tidak ada yang berubah meski 1000 tahun berlalu. Mereka tetap disini untuk tetap bersamaku. ”Gomawo.” kataku. Mereka hanya tersenyum. Besok aku harus memberitahu Eun Jung tentang perasaanku.

****

            Aku sudah menunggu Eun Jung didepan sekolah sejak pagi. Setelah menunggu sekitar 10 menit dia baru muncul. Aku menghela napas lalu berteriak keras. “Han Eun Jung!! Mulai sekarang aku akan menunjukan seluruh rasa cintaku padamu seperti janjiku 1000 tahun yang lalu! Kamu pasti akan menjadi istriku seperti 1000 tahun yang lalu. Bersiaplah!” seruku keras-keras lalu tersenyum. Aku dapat melihat Eun Jung menutup wajahnya dengan tas, semua murid yang ada di sana bertepuk tangan, dan teman-temanku mengangkat kedua ibu jari mereka.

1000 tahun yang lalu kisah kami berakhir menyedihkan. Tapi aku yakin di kehidupan sekarang ini kisah kami tidak akan berakhir menyedihkan tapi berakhir bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s